BACA JUGA:Warga Kualalangi Desak Percepatan Pembangunan Jalan Link Ketahun–Napal Putih
Slamet juga mengingatkan, sebelumnya Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara sempat menyampaikan rencana melanjutkan pembangunan jalan tersebut pada Tahun Anggaran 2026 menggunakan dana DBH sawit.
Namun masyarakat berharap rencana itu benar-benar direalisasikan dan tidak hanya menjadi wacana semata.
“Warga sangat menunggu keseriusan pemerintah. Karena jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat.
Hampir seluruh warga bergantung dari hasil perkebunan sawit,” tambahnya.
Masyarakat khawatir, apabila kondisi kerusakan jalan terus dibiarkan, dampaknya akan semakin kompleks.
BACA JUGA:Warga Trans Lapindo Tagih Realisasi Pembangunan Jalan
Tidak hanya merugikan petani akibat turunnya kualitas dan harga TBS, tetapi juga menghambat perputaran ekonomi masyarakat di wilayah Trans Lapindo dan Kinal Jaya yang selama ini bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit.