Karena itu, menurutnya, sangat wajar jika saat ini masyarakat mulai mendesak pemerintah daerah agar segera melakukan percepatan realisasi pembangunan jalan tersebut.
Apalagi saat ini Tahun Anggaran 2026 sudah memasuki bulan Mei atau pertengahan tahun.
“Sekarang sudah bulan Mei. Sebelumnya titik nol juga sudah dilakukan. Artinya masyarakat berharap pembangunan segera berjalan, bukan hanya sebatas rencana,” tegasnya.
Ia berharap Pemkab Bengkulu Utara tidak menunda terlalu lama pelaksanaan pembangunan jalan tersebut mengingat akses jalan Tanjung Muara menuju Trans Lapindo merupakan jalur vital bagi masyarakat Desa Muara Santan dan sekitarnya.
Menurut warga, pembangunan jalan itu tidak hanya akan mempermudah mobilitas masyarakat.
Tetapi juga menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah pedalaman Kecamatan Napal Putih.
“Kalau jalannya bagus, ekonomi masyarakat pasti bergerak. Hasil kebun lancar keluar, aktivitas warga juga normal kembali. Karena itu masyarakat sangat berharap pembangunan ini benar-benar diprioritaskan pemerintah daerah,” tutup Sriyono.