RADARUTARA.ID - Bencana tanah longsor yang sempat mengakibatkan terputusnya jalur rel molek di Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, mendapat respon cepat dari jajaran Pemerintah Provinsi Bengkulu maupun Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.
Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu pada Kamis 7 Mei 2026 telah menyalurkan bantuan berupa uang senilai Rp50 juta serta 20 paket sembako untuk masyarakat terdampak di Desa Lebong Tandai.
Selanjutnya pada Jumat 8 Mei 2026, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui BPBD Bengkulu Utara juga kembali menyalurkan bantuan paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan respon pemerintah terhadap musibah tanah longsor yang memutus akses transportasi molek menuju desa tersebut.
Plt Camat Napal Putih, Budi Syahroni, S.KM, M.Si, mengatakan perhatian khusus dari pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten menjadi bentuk keseriusan dalam menyikapi kondisi darurat yang saat ini dialami masyarakat Desa Lebong Tandai.
BACA JUGA:Longsor Hantam Jalur Molek Lebong Tandai, Gerbong Terjun ke Jurang
“Selain bantuan sembako, Pemprov Bengkulu juga menyerahkan bantuan dana sebesar Rp50 juta kepada Desa Lebong Tandai.
Nantinya dana itu akan digunakan desa untuk mengatasi terputusnya rel molek yang menjadi akses transportasi utama dan satu-satunya yang representatif bagi masyarakat,” jelas Budi.
Bpbd bengkulu utara serahkan bantuan paket sembako ke lebong tandai-Radar Utara / Sigit Haryanto-
Ia menerangkan, bantuan dana tersebut diharapkan dapat membantu desa dalam upaya percepatan pemulihan akses transportasi molek yang rusak akibat longsor, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Menurutnya, keberadaan jalur molek sangat vital bagi masyarakat Lebong Tandai, baik untuk mobilitas warga maupun distribusi kebutuhan sehari-hari.
BACA JUGA:Soal Rel Molek Lebong Tandai, Plt Kadis Perhubungan: Terkendala Status Aset
“Tentu kita berharap bantuan ini bisa menekan kebutuhan desa dalam memulihkan kembali akses transportasi molek di lokasi longsor, sehingga tidak berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, BPBD Bengkulu Utara juga telah menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga sebagai bentuk respon tanggap darurat pemerintah daerah terhadap musibah tersebut.
Budi menambahkan, bantuan sembako itu diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat selama jalur transportasi molek belum kembali normal.
Di sisi lain, pihak kecamatan memastikan langkah darurat untuk memulihkan kembali jalur transportasi molek akan segera dilakukan oleh pemerintah desa bersama masyarakat melalui kegiatan gotong royong.