ARGA MAKMUR, RADARUTARA.ID - Tingginya minat masyarakat terhadap peningkatan kompetensi kerja tercermin dari antusiasme pendaftaran program pelatihan berbasis kompetensi di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bengkulu Utara.
Pendaftaran yang dibuka pada 21 April 2026 dan resmi ditutup pada 27 April 2026 lalu, berhasil mencatatkan jumlah peserta yang signifikan.
Dari total kuota yang tersedia sebanyak 80 posisi untuk berbagai program pelatihan, panitia menerima pendaftar sebanyak 258 orang.
Artinya, angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan peningkatan keterampilan tenaga kerja di daerah tersebut.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara, Sutrino, menyampaikan rasa syukur atas sambutan positif masyarakat terhadap program pelatihan gratis ini.
"Sejak dibuka pendaftaran kemarin, alhamdulillah mendapatkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat.
Hal ini terbukti dengan jumlah pendaftar yang mencapai 258 orang peserta," ujar Sutrino.
Ia juga menekankan kepada calon peserta yang dinyatakan lolos seleksi agar memanfaatkan kesempatan ini semaksimal mungkin.
Pasalnya, pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah daerah ini dirancang untuk menghasilkan tenaga kerja yang benar-benar siap pakai dan berdaya saing.
"Kami tekankan kepada seluruh peserta yang nantinya dinyatakan lolos seleksi agar benar-benar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.
Sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan serta mencetak tenaga kerja yang terampil, mandiri dan produktif," tegasnya.
Saat ini, proses seleksi tengah dilakukan untuk menyaring 80 peserta terbaik dari total 258 pendaftar.
Program pelatihan yang akan digelar meliputi berbagai bidang kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri di wilayah Bengkulu Utara.
“Semoga melalui program ini, angka pengangguran dapat ditekan sekaligus membuka peluang kerja dan wirausaha baru bagi masyarakat.
Bagi peserta yang tidak lolos tahun ini, diharapkan tetap bersemangat dan dapat mengikuti program serupa di masa mendatang,” demikian Sutrino.