Ya Allah, sesungguhnya kemaafan-Mu atas dosa-dosaku, dan penghapusan-Mu atas semua kesalahanku, dan penutupan-Mu atas perbuatan burukku, kesemuanya itu mendorongku untuk memohon kepada-Mu apa-apa yang aku tak pantas menerimanya dari apa-apa yang aku teledor padanya, aku memohon kepada-Mu dalam keadaan aman, dan aku meminta kepada-Mu dengan keadaan rasa senang hati, sedangkan Engkau adalah selalu berbuat baik kepadaku, dan aku selalu berbuat jahat terhadap diriku sendiri dalam masalah yang menyangkut hubungan aku dengan Engkau.
Engkau selalu membuatku menyayangi-Mu dengan senantiasa memberi nikmat-Mu kepadaku meskipun Engkau tidak membutuhkan aku, dan aku selalu membuat-Mu murka dengan bermaksiat kepada-Mu, akan tetapi kepercayaanku kepada-Mu membawaku untuk berani (memohon) kepada-Mu, maka jenguklah aku dengan karunia dan kebaikan-Mu kepadaku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat, lagi Maha Penyayang."
2. Doa Nabi Khidir untuk Menyembuhkan Orang Sakit
Aqsamtu 'alaiki ayyatuhal 'illatu bi'izzati 'izzatillaah, wa bi'azhomati azhomatillaah, wa bijalaali jalaalillaah, wa biqudroti qudrotillaah, wa bisulthooni sulthoonillaah, wa bilaa ilaaha illaah, wa bimaa jaroo bihil qolamu min 'indillaah, wa bilaa hawla walaa quwwata illaa billaah, illanshorofti
Artinya:
"Aku bersumpah, wahai penyakit, dengan kemulian kemulian Allah, dengan kebesaran kebesaran Allah, dengan keagungan keagungan Allah, dengan kekuasaan kekuasaan Allah, dengan kerajaan kerajaan Allah, dengan kalimat 'Laa ilaaha illaah', dan apa yang ditulis oleh Al-Qalam di sisi Allah, juga dengan kalimat 'Laa hawla walaa quwwata illaa billaah', kecuali kamu pergi."
3. Doa Nabi Khidir agar Disayangi Banyak Orang
Bismillahir-Rahmanir-Rahim, Allahumma Sallī alā Sayyidinā Muhammad wa ālihi wa sahbihi wa sallim.
Allahumma kamā latafta fī 'adamatika dūna al-lutafā'i, wa 'alawta bi-'adamatika alā al-'udamāi, wa 'alimta mā tahta ardika ka-`ilmika bimā fauqa 'arsyika, wa kānat wasāwisu al-sudūri ka-al-'alāniyyati 'indaka, wa 'alā niyyati al-qauli ka-al-sirri fī ilmika, wanqāda kullu syay'in li 'azamatika,
wa khada'a kullu dzī sultānin li sultānika, wa shāra amru al-dunyā wa al-ākhirati kulluhu biyadika. Ij'al lī min kulli hammin asbahtu wa amsaytu fīhi farajan wa makhrajā. Allahumma inna 'afawaka 'an dzunūbiy, wa tajāwazaka 'an khathī'athiy, wa sitraka alā qabīhi a'māliy, atmi'niy 'an as'aluka mā lā astawjibuhu minka mimma qashshartu fīhi, ad'ūka āminan, wa as'aluka musta'anisā.
Wa innaka al-muhsinu ilayya, wa ana al-musī'u ilā nafsiy fīmā bayniy wa baynaka, atawaddadū ilayya bi-ni'matika, wa atabagghadu ilaika bilma'ashiy, walakinna al-tsiqata bika hamalatnī alā al-jarā'ati 'alayka, fa'ud bifadlika wa ihsānika alayya innaka anta al-tawwābu al-rahīm ,wa salallahu alā Sayyidinā Muhammadin wa ālihi wa sahbihi wa sallim.
Artinya: "Wahai Allah, sebagaimana engkau telah berlaku lembut dalam keagungan-Mu melebih segenap kelembutan, dan engkau maha luhur dan keagungan-Mu melebihi semua keagungan, engkau maha mengetahui terhadapa apa apa yg terjadi di Bumi sebagaimana engkau maha mengetahui apa apa yg terjadi Arsy-Mu.
dan semua yang telah terpendam merisaukan hati adalah jelas terlihat di hadapan-Mu, dan segala yg terang-terangan diucapkan adalah rahasia yang terpendam dalam Pengetahuan-Mu, dan patuhlah segala sesuatu pada Keagungan-Mu, dan tunduk segala penguasa di bawah Kekuasaan-Mu, maka jadilah segenap permasalahan dunia dan akhirat dalam Genggaman-Mu.
Jadikanlah segala permasalahanku dan kesulitanku segera terselesaikan dan termudahkan pada pagiku atau soreku ini. Wahai Allah aku memohon maaf-Mu atas dosa-dosaku, dan kumohon pengampunan-Mu atas kesalahan-kesalahanku.
dan kumohon tabir penutup-Mu dari keburukan amal amalku, berilah aku dan puaskan aku dari permohonanku yang sebenarnya tidak pantas diberikan pada-Ku karena kehinaanku, kumohon pada-Mu keamanan, dan kumohon pada-Mu kedamaian bersama-Mu, sungguh Engkau selalu berbuat baik padaku, sedangkan aku selalu berbuat buruk terhadap diriku atas hubunganku dengan-Mu.
Engkau ulurkan cinta kasih sayang lembut-Mu padaku dengan kenikmatan-kenikmatan-Mu, sedangkan aku selalu memancing kemurkaan-Mu dengan perbuatan dosa, namun kuatnya kepercayaanku pada-Mu membawaku untuk memberanikan diri lancang memohon pada-Mu, maka perbaikilah dengan anugrah-Mu dan kebaikan-Mu padaku.