Krisis Air Bersih, Polda Bengkulu Turunkan Kendaraan Penjernih

Kamis 09-04-2026,08:15 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Gerak cepat dilakukan Polda Bengkulu, dengan menerjunkan satu unit kendaraan penjernih air (Water Treatmen) di Kabupaten Lebong.

Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono yang langsung memimpin pengerahan kendaraan penjernih tersebut, bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat pasca bencana banjir.

"Banjir yang melanda Kabupaten Lebong, setidaknya menimbulkan dampak terhadap 6.395 jiwa masyarakat," ungkap Mardiyono, Rabu 08 April 2026. 

Seperti, lanjut Kapolda, di Desa Nangai Amen Kecamatan Amen Kabupaten Lebong, banjir menyebabkan instalasi PDAM rusak total sehingga mengakibatkan ratusan masyarakat mengalami krisis air bersih.

BACA JUGA:Warga Mukomuko Diminta Waspadai Penyakit Pasca Banjir

"Sehingga dengan pengerahan kendaraan penjernih air, satu persoalan masyarakat yakni krisis air bersih bisa teratasi," kata Mardiyono.

Pengerahan kendaraan ini, lanjut Mardiyono, setelah pihaknya meninjau kondisi masyarakat terdampak banjir ekstrim, dalam artian menjadi daerah langganan banjir.

"Dengan kondisi itu, tentu tak sedikit dampaknya bagi masyarakat. Maka dari itu kita bersama anggota melayani masyarakat terdampak banjir," ujar Mardiyono.

Disisi lain, Mardiyono menyampaikan, pasca banjir melanda, para personil POLRI telah melakukan pembersihan jalan, rumah penduduk, dan fasilitas umun lainnya.

BACA JUGA:Korban Banjir di Mukomuko Bakal Dibantu Sandang dan Pangan

"Kalau terkait terjadinya krisis air, karena mungkin terdapat instalasi PDAM yang patah dan tertimbun lumpur banjir. Sehingga air tidak bisa dialirkan ke permukiman masyarakat dan fasilitas umum lainnya," sampai Mardiyono.

Maka dari itu, sambung Mardiyono, Ia memerintahkan Dansat Brimob mengirimkan water treatmen, dan saat ini masyarakat sudah bisa menikmati air bersih.

"Kendaraan water treatmen ini mampu mengolah air kotor menjadi air bersih, yang layak dimanfaatkan masyarakat. Satu jam water treatmen beroperasi mampu hasilkan banyak air bersih yang diperlukan masyarakat," tambah Mardiyono.

Lebih lanjut Mardiyono mengemukakan, selain mengirimkan peralatan penjernih air, pihaknya juga memberikan bantuan Sembako, seperti beras, juga menyiapkan dapur umum. 

BACA JUGA:Intensitas Hujan Tinggi, Bupati Imbau Masyarakat Waspada Banjir

Kategori :