Respons Cepat Desa Air Putih, Fogging Mandiri Usai Temuan DBD

Senin 06-04-2026,08:00 WIB
Reporter : Sigit Haryanto
Editor : Ependi Harian

RADARUTARA.ID - Pemerintah Desa Air Putih, Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), bergerak cepat melakukan fogging mandiri ke sejumlah rumah warga menyusul adanya laporan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang diduga menjangkiti beberapa masyarakat setempat.

Langkah fogging tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan warga yang terindikasi positif DBD, bahkan disertai hasil pemeriksaan laboratorium. 

Tidak ingin kasus tersebut meluas dan berpotensi menjadi wabah, pemerintah desa langsung mengambil tindakan responsif dengan menyasar rumah warga yang terindikasi serta beberapa rumah dalam radius terdekat lokasi kasus.

Kepala Desa Air Putih, Bambang Syahrial, mengungkapkan bahwa keputusan melakukan fogging secara mandiri diambil agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu proses lebih lama.

“Desa sebelumnya menerima laporan adanya beberapa warga yang terindikasi positif DBD disertai hasil laboratorium. Karena tidak ingin kasus ini mewabah, kami langsung lakukan fogging di rumah warga yang terindikasi dan rumah-rumah sekitar,” ujar Bambang.

Menurutnya, langkah cepat tersebut bisa dilakukan karena Pemerintah Desa Air Putih memang telah memiliki alat dan obat fogging sendiri

Sehingga tindakan lapangan dapat dilaksanakan segera setelah laporan diterima.

Kades menegaskan, fogging mandiri ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah desa terhadap setiap kondisi darurat yang terjadi di tengah masyarakat, terutama yang berkaitan dengan kesehatan warga.

“Karena desa memiliki alat dan obat fogging sendiri, jadi tindakan bisa lebih cepat. Ini bentuk responsif desa terhadap setiap laporan dan kondisi masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, Bambang mengingatkan bahwa fogging bukan satu-satunya cara untuk memberantas DBD.

 Ia menekankan, fogging hanya efektif untuk membunuh nyamuk dewasa, sementara sumber utama berkembangnya nyamuk tetap harus diberantas dari lingkungan rumah warga.

Karena itu, pemerintah desa meminta seluruh masyarakat agar lebih proaktif menjaga kebersihan lingkungan dan konsisten menerapkan pola 3M Plus yakni menguras, menutup, memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menampung air, serta langkah pencegahan tambahan lainnya.

“Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Pencegahan paling penting tetap dari masyarakat dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan 3M Plus,” jelasnya.

Dengan pola hidup bersih dan lingkungan yang terjaga, tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk dapat diberantas sehingga penyebaran DBD bisa dicegah sejak dini.

“Tentu kami berharap langkah cepat fogging oleh desa ini dibarengi kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.Sehingga dapat menekan potensi penyebaran kasus DBD di lingkungan maayarakat,” demikian Kades.

Kategori :