BENGKULU,RADARUTARA.ID - Aktivitas perambahan pohon cemara menjadi tanaman kelapa sawit, disebutkan dalam Hak Pengelolaan Langsung (HPL) milik PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Bengkulu.
Demikian disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Wilayah I BKSDA Bengkulu, Said Jauhari diwawancarai terkait perambahan yang awalnya sempat diduga dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang.
"Sejak tahun 2023 lalu, kawasan tersebut telah berubah status dan tidak lagi masuk dalam kawasan TWA Pantai Panjang. Walaupun sebelumnya sempat tumpang tindih antara kawasan dengan sertifikat HPL Pelindo," ungkap Said.
Menurut Said, tak bisa dipungkiri dalam area tersebut terjadi pembukaan lahan.
Namun lahan tersebut berada dalam HPL PT. Pelindo dan dirambah masyarakat.
"Dari informasi yang kita terima memang ada aktivitas perambahan pada wilayah itu. Namun terkait pengawasan atau penindakan, bukan lagi kewenangan kita," ujar Said.
Sementara itu, aktivitas perambahan di kawasan tersebut dilaporkan semakin masif dalam beberapa waktu terakhir.
Pembabatan pohon cemara hingga pengangkutan kayu hasil tebangan ilegal disebut terus terjadi.
Masyarakat sebelumnya telah melaporkan temuan ini sejak 10 Maret 2026 kepada BKSDA Bengkulu.
Laporan tersebut terkait maraknya aktivitas pengangkutan kayu serta dugaan alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit di dalam kawasan konservasi.
Aktivitas itu terpantau membentang dari wilayah Lentera Hijau hingga sekitar area PLTU batu bara Teluk Sepang.
Bahkan, pada 18 Maret 2026 kembali ditemukan satu unit truk diesel berwarna merah yang mengangkut kayu hasil penebangan.
Keberadaan truk tersebut baru diketahui, setelah terlihat keluar dari kawasan TWA Pantai Panjang melalui jalur PLTU batu bara Teluk Sepang.
Salah seorang warga Teluk Sepang yang meminta identitasnya tidak dipublikasi mengaku curiga, terhadap aktivitas penebangan pohon cemara yang diduga ilegal tersebut.
Pohon cemara yang ada di wilayah TWA Pantai Panjang itu kami tanam dahulu secara gotong royong, untuk melindungi wilayah dari ancaman abrasi, tutupnya.