RADARUTARA.ID- Surat Al Baqarah adalah surat yang paling panjang dalam Al Quran yang mencakup sebanyak 2-5 juz, dengan total keseluruhan ayat berjumlah 286 ayat.
Dalam surat ini ada beberapa ayat yang mempunyai keistimewaan seperti ayat 255 (ayat kursi) dan dua ayat terakhir yaitu ayat 285 dan 286.
Keutamaan dari dua ayat terakhir surat Al Baqarah ini juga sudah banyak tercantum dalam hadits-hadits Rasulullah SAW. Salah satunya yaitu:
Artinya: "Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan." (HR. Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808).
Bahkan, menurut Ustadz Adi Hidayat (UAH) dalam salah satu tausiahnya, keistimewaan dua ayat ini dapat menggugurkan dosa dan setiap hurufnya mampu mempercepat terkabulnya doa di hadapan Allah SWT.
UAH mengungkapkan kalau dua ayat terakhir Al Baqarah ini dibaca dengan surat Al-Fatihah yang kemudian dilanjutkan dengan berdoa, niscaya doa tersebut akan cepat dikabulkan Allah SWT selama doa tersebut baik.
Berikut ini dua ayat terakhir surat Al Baqarah yang mempunyai banyak keistimewaan.
Surat Al Baqarah : 285
āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullun āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīrm
Artinya: Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".
Surat Al Baqarah : 286
lā yukallifullāhu nafsan illā wus'ahā, lahā mā kasabat wa 'alaihā maktasabat, rabbanā lā tu`ākhiżnā in nasīnā au akhṭa`nā, rabbanā wa lā taḥmil 'alainā iṣrang kamā ḥamaltahụ 'alallażīna ming qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih, wa'fu 'annā, wagfir lanā, war-ḥamnā, anta maulānā fanṣurnā 'alal-qaumil-kāfirīn
Artinya: Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir".