Pemanis buatan dan bahan lainnya seperti creamer, disukai banyak orang karena membuat rasa kopi menjadi lebih manis.
Namun demikian, jika terlalu banyak mencampurkan gula atau pemanis kedalam kopi akan bisa membuat perut kembung.
Hal ini disebabkan kandungan susu sapi pada creamer, yang memicu lactose intolerance di tubuh.
Perpaduan ini lah yang membuat perut kembung.
Lactose intolerance adalah kondisi dimana tubuh tidak dapat mencerna laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu dan produk susu.
Gejala yang timbul akibat lactose intolerance antara lain perut kembung, mual, diare, dan kram perut.
Untuk menghindari perut kembung akibat lactose intolerance, sebaiknya ganti creamer dengan susu nabati, seperti susu almond, susu kedelai, atau susu oat.
Selain itu, ganti pemanis buatan dengan pemanis alami, seperti madu, gula aren, atau stevia.
Pemanis alami tidak hanya lebih sehat, tetapi juga dapat memberikan rasa dan aroma yang lebih kaya pada kopi.
- Pilih Jenis Kopi yang Lebih Rendah Asam
Jenis kopi yang dikonsumsi juga dapat mempengaruhi risiko perut kembung setelah minum kopi.
Kopi yang memiliki kadar asam tinggi dapat menyebabkan iritasi pada lambung dan usus, yang dapat menyebabkan produksi gas berlebih.
Kadar asam kopi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti jenis biji kopi, proses pemanggangan, metode penyeduhan, dan bahan tambahan.
Menurut Healthline, beberapa jenis kopi yang memiliki kadar asam rendah antara lain kopi arabika, kopi robusta, kopi dark roast, kopi cold brew, dan kopi rendah asam.
Kopi arabika dan robusta adalah dua jenis biji kopi yang paling umum digunakan, dengan arabika memiliki kadar asam lebih rendah daripada robusta.
Kopi dark roast adalah kopi yang dipanggang lebih lama, sehingga mengurangi kadar asamnya.