ARGA MAKMUR RU - Buronan dugaan korupsi Silpa Dana Desa (DD) Karya Pelita senilai Rp 700 juta, Sunardi, mantan Kades Karya Pelita, Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), terus diburu Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara (BU). Tersangka yang menjadi otak hilangnya uang negara, berikut dengan kegiatan anggaran yang mengarah fiktif (hasil LHP APIP,red) itu, diketahui memilih kabur pascaditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi. Ulah tersangka ini pun berimbas tak bisa dicairkannya DD Tahap kedua dan ketiga sejak 2018 oleh daerah. Kajari BU, Fatkhuri, SH melalui Kasi Pidsus, Disman Gurning, SH, mengatakan, perburuan Sunardi terus dilakukan. Data-datanya, kata Gurning, sudah disebar ke intelijen kepolisian dan jaringan intelijen kejaksaan. \"Sudah kita sebar datanya. Sejak ditetapkan sebagai buronan,\" kata Gurning, kemarin. Keterangan Sunardi, selaku tersangka tunggal dalam kasus dugaan korupsi dana desa itu, sangat penting. Pasalnya, pria kelahiran Lebong Tandai 25 Agustus 1972 itu, menjadi kendali atas pengelolaan keuangan di desa yang lazimnya juga diketahui oleh seorang kaur keuangan. Karenanya, kasus ini pun masih menjerat 1 tersangka. \"Kita berharap, tersangka kooperatif dengan menyerahkan diri,\" tegasnya. Dari penelusuran Radar Utara, dugaan korupsi di Desa Karya Pelita itu, tak hanya soal Silpa senilai Rp 700 juta. Beberapa kegiatan anggaran bernilai ratusan juta juga sempat belum didukung bukti-bukti administratif. Kegiatan pengadaan juga, agaknya perlu didalami oleh penyidik. (bep)
Jadi Buron, Sunardi Terus Diburu
Senin 23-09-2019,11:33 WIB
Editor : Redaksi
Kategori :