Perekonomian Meningkat, Inflasi Diprediksi Menguat

Rabu 29-08-2018,12:59 WIB
Reporter : Redaksi
Editor : Redaksi

BENGKULU RU - Perekonomian di Provinsi Bengkulu pada tahun ini diperkirakan bakal mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 lalu. Sementara itu untuk inflasi sendiri diperkirakan bakal kembali menguat, namun dipastikan masih berada pada sasaran inflasi nasional. Ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Endang Kurnia Saputra. \"Peningkatan ini tidak lepas dari prospek pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV tahun ini. Dimana kita memperkirakan tumbuh pada kisaran 5,1 hingga 5,3 persen dengan tren stabil dibandingkan triwulan sebelumnya. Ini berkat dukungan kenaikan permintaan konsumsi rumah tangga, membaiknya kegiatan investasi, serta peningkatan kinerja ekspor,\" ungkap Endang saat memaparkan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Bengkulu, Selasa (28/8). Menurut Endang, naiknya permintaan konsumsi rumah tangga, karena potensi kenaikan permintaan sawit domestik. Sehingga pendapatan masyarakat, khususnya petani diperkirakan membaik. \"Ditambah lagi pemerintah juga telah mewajibkan solar bercampur minyak kelapa sawit 20 persen (B20), yang mulai diberlakukan secara efektif per 1 September ini,\" kata Endang. Sementara, lanjutnya, untuk kegiatan investasi diperkirakan melanjutkan tren peningkatannya seiring masih berlanjutnya realisasi beberapa kegiatan investasi. Sedangkan kinerja ekspor diperkirakan meningkat, didukung peningkatan permintaan domestik khususnya pemenuhan produksi biodiesel B20. \"Maka dari itu kita prediksi perekonomian tahun ini tumbuh pada kisaran 5,2 hingga 5,4 persen, yang berarti lebih tinggi dibandingkan pencapaian tahun 2017 sebesar 4,9 persen,\" terangnya. Disisi lain, untuk perkiraan laju inflasi bengkulu pada triwulan IV 2018 berada pada kisaran 3,9 hingga 4,1 persen. Dengan kecenderungan melambat dibandingkan perkiraan pada triwulan ke III lalu. \"Inflasi volatile food diperkirakan melambat seiring dengan musim panen. Sementar tren produksi holtikultura seperti cabe merah dan bawang merah mengalami peningkatan seiring dengan masuknya musim penghujan,\" ujar Endang. Ia menambahkan, inflasi administered prices diperkirakan masih cukup tinggi pada akhir tahun, khusus permintaan tiket angkutan udara mengalami kenaikan. \"Inflasi inti berpotensi mengalami kenaikan seiring dengan ketidakpastian global dan potensi kenaikan harga minyak dunia. Inflasi tahun ini diperkirakan masih berada pada sasaran inflasi nasional dengan kisaran 3,5 atau lebih kurang 1 persen,\" tutup Endang. (tux)

Tags :
Kategori :

Terkait