Tumbuh 4,66 Persen, Ekonomi Bengkulu Tunjukkan Tren Positif
Plt Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Sahranudin-Radar Utara/ Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Secara tahunan, perekonomian di Provinsi Bengkulu pada Triwulan III Tahun 2026 dengan tumbuh mencapai 4,66 persen dibandingkan triwulan yang sama tahun 2025 (Y-on-Y).
Ini disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sahranudin, Kamis 5 November 2026.
Menurut Sahranudin, pertumbuhan ini ditopang kinerja positif pada 13 sektor lapangan usaha. Bahkan, secara kumulatif hingga Triwulan III-2026, ekonomi Bengkulu tumbuh sebesar 4,83 persen (C-to-C).
"Di sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 19,36 persen," ujar Sahranudin.
Ia menjelaskan, selain transportasi dan pergudangan, pertumbuhan tertinggi secara tahunan juga dicatatkan lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 18,73 persen, serta konstruksi yang tumbuh 18,09 persen.
"Sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan tetap menjadi penopang utama ekonomi Bengkulu dengan kontribusi mencapai 30,69 persen," jelas Sahranudin.
Sehingga, lanjut Sahranudin, turut membukukan pertumbuhan sebesar 0,71 persen. Selanjutnya pada sektor perdagangan besar dan eceran menyusul dengan kontribusi 13,60 persen, serta transportasi sebesar 9,54 persen.
"Meskipun demikian, masih terdapat beberapa lapangan usaha yang mengalami kontraksi," kata Sahranudin.
Sahranudin menambahkan, kontraksi lapangan usaha tersebut yakni sektor pertambangan dan penggalian yang merosot 10,88 persen, disusul jasa keuangan dan asuransi yang terkontraksi 4,14 persen.
"Serta administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib sebesar 0,18 persen," tambah Sahranudin.
Dibagian lain, Sahranudin menyebutkan, dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bengkulu didorong seluruh komponen pengeluaran. Lonjakan tertinggi terjadi pada komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P).
"Dimana tumbuh signifikan sebesar 15,43 persen secara tahunan. Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) yang menjadi penopang utama dengan porsi 58,96 persen dari total PDRB, juga tumbuh sebesar 4,89 persen," paparnya.
Lebih lanjut Sahranudin mengemukakan, secara regional, ekonomi Provinsi Bengkulu menyumbang 2,04 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera pada Triwulan III-2026.
"Dengan pertumbuhan 4,66 persen, Provinsi Bengkulu menempati posisi ke-7 dari 10 provinsi di Pulau Sumatera," demikian Sahranudin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
