70 Hektare Sawah Bersiap Panen, Berharap Harga Gabah Sesuai HPP
70 Hektare Sawah Bersiap Panen, Berharap Harga Gabah Sesuai HPP -Radar Utara / Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Musim kemarau yang berlangsung sejak beberapa bulan terakhir dipastikan tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi milik petani di Desa Karya Jaya, Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), Kabupaten Bengkulu Utara.
Sekitar 70 hektare areal persawahan di desa tersebut diprediksi mulai memasuki masa panen dalam tiga minggu ke depan.
Hal ini disampaikan tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Ari Anggriawan.
Ia mengatakan, berdasarkan kondisi tanaman dan ketersediaan air di areal persawahan saat ini, petani di Desa Karya Jaya diperkirakan dapat melaksanakan panen padi perdana sesuai dengan perkiraan waktu yang telah ditentukan.
BACA JUGA:Bulog Jadi Penyeimbang Harga Gabah Petani di Mukomuko
Ari memastikan, kondisi musim kemarau yang terjadi saat ini belum menimbulkan kendala berarti terhadap ketersediaan air di lahan persawahan Desa Karya Jaya.
Stok air yang tersedia dinilai masih mencukupi untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi hingga memasuki masa panen.
“Untuk saat ini, ketersediaan air di areal persawahan Desa Karya Jaya masih mencukupi.
Kita prediksi sekitar tiga minggu ke depan petani sudah mulai melaksanakan panen padi,” ungkap Ari.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas tanaman padi, terutama ketika memasuki musim kemarau.
BACA JUGA:Putus Rantai Kemiskinan, Mukomuko Stop Jual Mentah Sawit dan Gabah
Karena itu, kondisi persawahan yang masih mendapatkan pasokan air memadai diharapkan dapat membantu petani mempertahankan hasil produksi hingga masa panen tiba.
Di sisi lain, Ari berharap musim panen kedua nantinya juga dapat disambut dengan harga jual gabah yang tetap mengacu pada ketetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).
Menurutnya, kepastian harga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha pertanian yang dijalankan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
