Pemerintah dan Pertamina Diminta Hadirkan SPBU 3T di Ulok Kupai–Napal Putih

Pemerintah dan Pertamina Diminta Hadirkan SPBU 3T di Ulok Kupai–Napal Putih

Ketua APDESI Kabupaten Bengkulu Utara, M. Jafri, S.IP-Dok. Radar Utara-

RADARUTARA.ID - Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bengkulu Utara, M. Jafri, S.IP., 

Mendorong pemerintah bersama PT Pertamina, menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) diantara Kecamatan Ulok Kupai dan Napal Putih.

Harapan tersebut disampaikan Jafri sebagai upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan akses energi bagi masyarakat di dua kecamatan yang selama ini berada di wilayah pedalaman dan relatif jauh dari akses SPBU.

Menurut Jafri, ketersediaan energi khususnya bahan bakar minyak (BBM), merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian serius. 

Terlebih, aktivitas masyarakat dan kegiatan industri di wilayah Ulok Kupai dan Napal Putih terus berkembang sehingga membutuhkan dukungan ketersediaan energi yang memadai.

“Pertumbuhan aktivitas masyarakat dan industri di dua kecamatan ini cukup pesat. Karena itu, kebutuhan energi harus menjadi perhatian pemerintah agar dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Jafri menjelaskan, selama ini masyarakat di Kecamatan Ulok Kupai dan Napal Putih masih mengandalkan pasokan BBM dari dua SPBU yang berada di Kecamatan Ketahun dan Kecamatan Putri Hijau.

Namun, ketersediaan BBM di kedua SPBU tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari wilayah pedalaman. 

Pasalnya, pasokan BBM yang tersedia juga harus memenuhi kebutuhan konsumen dari berbagai wilayah di sekitar SPBU tersebut.

Kondisi ini, lanjut Jafri, membuat masyarakat di Ulok Kupai dan Napal Putih masih menghadapi keterbatasan akses untuk mendapatkan BBM secara mudah dan merata.

Ia menilai, pemerataan akses energi perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat di wilayah pedalaman juga dapat merasakan manfaat program BBM satu harga sebagaimana masyarakat di wilayah lainnya.

“Jangan sampai masyarakat di wilayah pedalaman terus menghadapi kesulitan untuk mendapatkan BBM karena jarak yang cukup jauh dan keterbatasan akses. Mereka juga memiliki kebutuhan energi yang sama, baik untuk aktivitas sehari-hari maupun untuk mendukung usaha dan kegiatan ekonomi,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jafri menilai kehadiran SPBU wilayah 3T di kawasan antara Kecamatan Ulok Kupai dan Napal Putih dapat menjadi salah satu solusi untuk mendekatkan akses energi kepada masyarakat.

Ia berharap pemerintah dan Pertamina dapat menindaklanjuti dorongan tersebut melalui kajian kebutuhan, penentuan lokasi yang tepat, serta skema pelayanan yang sesuai dengan kondisi geografis dan perkembangan ekonomi kedua kecamatan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: