Perwakilan Kedubes Belanda Kunjungi Pesantren AFNA, Tertarik Model Pendidikan Terintegrasi

Perwakilan Kedubes Belanda Kunjungi Pesantren AFNA, Tertarik Model Pendidikan Terintegrasi

Terlibat Pengasuh Ponpes AFNA, Gus Huda berfoto bersama perwakilan Kedubes Belanda, Mr Bartt-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Pondok Pesantren Al Fattah Nailul Anwar (AFNA) Desa Sari Makmur, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten MUKOMUKO, Bengkulu, mendapat kunjungan istimewa dari Mr Bartt, salah seorang pegawai Kedutaan Besar Belanda untuk Bangladesh.

Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi keluarga besar AFNA. Selain melihat langsung aktivitas pendidikan di lingkungan pesantren, kedatangan Mr Bartt juga menjadi bagian dari rangkaian kunjungannya ke Kabupaten Mukomuko untuk melihat implementasi program intercropping atau pola tanam tumpang sari sebagai bagian dari pengembangan pertanian kelapa sawit berkelanjutan.

Program tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Yayasan PT Acronesia Teknologi Digital. Dalam kunjungannya, Mr Bartt bersama Direktur PT Acronesia Teknologi Digital menyempatkan diri melihat secara langsung bagaimana model pendidikan yang dibangun di lingkungan Yayasan AFNA.

Di pesantren tersebut, pendidikan formal berjalan berdampingan dengan pendidikan kepesantrenan. Pola pendidikan terintegrasi inilah yang menarik perhatian Mr Bartt.

BACA JUGA:Pesantren AFNA Lepas 22 Siswa SMK Islam Nailul Anwar Ikuti PKL

Menurut informasi yang disampaikan, Mr Bartt memiliki yayasan kemanusiaan yang selama ini fokus menjalankan berbagai program kemitraan dengan pemerintah maupun pihak terkait di Indonesia.

Salah satu perhatian yayasan tersebut adalah pengembangan infrastruktur pendidikan dan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Karena itu, kunjungan ke AFNA tidak sekadar menjadi kunjungan biasa. Kehadiran tersebut membuka ruang komunikasi dan peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya dalam mendukung pengembangan pendidikan dan fasilitas pesantren.

Mr Bartt disebut cukup tertarik dengan model pendidikan komunitas yang diterapkan AFNA. Model tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan pendidikan formal kepada anak-anak, tetapi juga membangun karakter, pengetahuan keagamaan, kedisiplinan serta keterampilan melalui lingkungan pesantren.

BACA JUGA:Santri AFNA Ukir Prestasi, Juara 1 Voli U-14 Mukomuko

Pengasuh Ponpes AFNA, KH Miftahul Huda Alhakimi atau yang akrab disapa Gus Huda, menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungannya ke Pesantren AFNA. Bagi kami, kedatangan beliau menjadi kehormatan sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan pendidikan di pesantren ini," ujar Gus Huda.

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan semata. Menurutnya, komunikasi dan silaturahmi yang telah terbangun diharapkan dapat berlanjut dalam bentuk kerja sama nyata yang mampu memperkuat AFNA ke depan.

"Kami berharap dari kunjungan ini akan lahir komunikasi dan kerja sama yang lebih luas, terutama dalam pengembangan sarana dan prasarana pendidikan. Kami ingin AFNA terus tumbuh menjadi pesantren yang mampu memberikan pendidikan berkualitas, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama," harapnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: