12 Hektare Padi Siap Panen di Resno Rusak Diterjang Banjir
Terlihat tanaman padi milik warga di Resno rusak akibat dihantam banjir-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Banjir akibat meluapnya Sungai Manjunto merusak sekitar 12 hektare tanaman padi sawah milik petani di wilayah Desa Resno, Kecamatan V Koto, Kabupaten Mukomuko. Tanaman padi yang rata-rata tinggal sekitar satu minggu lagi memasuki masa panen tersebut kini mengalami kerusakan cukup parah.
Kondisi tanaman yang sebelumnya sudah mendekati masa panen itu dilaporkan roboh setelah diterjang luapan air sungai. Kerusakan tersebut dikhawatirkan tidak hanya menurunkan hasil produksi, tetapi juga menyulitkan petani saat melakukan proses pemanenan.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Dodi Hardiansyah, SP, M.Ling, membenarkan adanya kerusakan tanaman padi akibat banjir di wilayah Desa Resno tersebut.
Menurutnya, tanaman padi yang sudah roboh berpotensi tidak dapat dipanen secara maksimal menggunakan mesin. Kondisi tanaman yang rebah membuat proses pemanenan menjadi lebih sulit dan berisiko menimbulkan kehilangan hasil yang lebih besar.
“Tanaman padi yang terdampak itu kondisinya sudah tinggal sekitar satu minggu lagi panen. Karena diterjang banjir, banyak tanaman yang roboh,” ujar Dodi.
Selain persoalan pemanenan, banjir juga berpotensi mempengaruhi kualitas gabah. Tanaman padi yang terendam air pada saat mendekati panen dapat mengalami penurunan kualitas sehingga hasil yang diperoleh petani nantinya tidak maksimal.
Dodi mengatakan, kerusakan tanaman pangan tersebut menjadi salah satu dampak yang harus diperhatikan setelah terjadinya banjir. Apalagi, tanaman yang terdampak sudah berada pada fase akhir sehingga petani berpotensi mengalami kerugian cukup besar.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian akan terus melakukan pendataan terhadap lahan pertanian yang terdampak banjir. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui tingkat kerusakan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan bagi petani terdampak.
"Kerusakan sekitar 12 hektare tanaman padi di Desa Resno menjadi pukulan bagi petani. Sebab, tanaman yang semestinya dalam hitungan hari sudah menghasilkan gabah justru rusak akibat bencana. Kondisi ini dikhawatirkan membuat petani kehilangan sebagian besar hasil panen yang telah mereka nantikan selama ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
