Pemkab Targetkan Penambahan Luas Lahan Tanam Padi 5.900 Hektare
Pemkab Targetkan Penambahan Luas Lahan Tanam Padi 5.900 Hektare -Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Utara menargetkan luas tambah tanam (LTT) padi mencapai 5.900 hektare pada 2026.
Langkah ini menjadi upaya nyata daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Bengkulu Utara Juwita Abadi mengungkapkan, capaian luas tambah tanam padi di daerahnya saat ini baru mencapai 3.838 hektare atau sekitar 64,6 persen dari target yang ditetapkan.
"Target kita 5.900 hektare. Meskipun luas baku sawah yang aktif saat ini 2.895 hektare," ujar Juwita.
BACA JUGA:Saluran Induk BPS 7 Rawa Mulya Kembali Normal, Sawah Warga Terhindar dari Kekeringan
Meski demikian, Juwita tetap optimistis target tersebut dapat tercapai.
Menurutnya, berbagai program pertanian menjadi prioritas Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, salah satunya melalui rehabilitasi irigasi persawahan petani.
"Optimis tercapai, karena berbagai program pertanian diprioritaskan oleh Bupati Bengkulu Utara, di antaranya melakukan rehab irigasi persawahan petani," jelasnya.
Upaya rehabilitasi jaringan irigasi dinilai menjadi kunci untuk memperluas area tanam, terutama pada lahan-lahan yang selama ini belum tergarap optimal akibat keterbatasan pasokan air.
BACA JUGA:Sawah Baru Disebut Mulai Dimanfaatkan Petani Enggano
Dengan perbaikan irigasi, petani diharapkan dapat meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas hasil panen.
Langkah Pemkab Bengkulu Utara ini sejalan dengan agenda nasional dalam mewujudkan swasembada pangan.
Dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya menyasar aspek infrastruktur, tetapi juga pembinaan petani serta penyediaan sarana dan prasarana produksi.
“Dengan target yang telah ditetapkan, Pemkab Bengkulu Utara berkomitmen menggenjot capaian luas tambah tanam padi hingga akhir tahun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah tantangan sektor pertanian,” demikian Kadis.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
