Indeks Harga Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi Bengkulu 3,38 Persen

Indeks Harga Kelompok Pengeluaran Picu Inflasi Bengkulu 3,38 Persen

Plt Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Sahranudin-Radar Utara/ Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran disebut menjadi pemicu angka inflasi Year On Year (YoY) Provinsi Bengkulu pada September 2026, berada diangka 3,38 persen dengan indeks harga Konsumen (IHK) sebesar 111,85.

Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sahranudin, Kamis 1 Oktober 2026.

Menurut Sahranudin, kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,08 persen.

"Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 2,10 persen. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,62 persen," ungkap Sahranudin.

BACA JUGA:Jelang Gebyar Merah Putih, Pemkab Mukomuko Gelar Pasar Murah Tekan Inflasi

Selanjutnya, sambung Sahranudin, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 2,78 persen. Kelompok kesehatan sebesar 0,20 persen, dan kelompok transportasi sebesar 4,39 persen.

"Lalu kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,15 persen. Kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 4,52 persen serta kelompok pendidikan sebesar 1,22 persen," papar Sahranudin.

Selain itu, lanjut Sahranudin, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,85 persen, serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,25 persen.

"Sementara untuk komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi YoY pada September 2026, antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, bensin, minyak goreng, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM)," jelas Sahranudin.

Termasuk juga ikan dencis, ongkos binatu atau laundry, kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga dan bakso siap santap. Sedangkan deflasi, komoditas yang dominan yakni cabai merah, bawang merah, santan segar, dan tarif rumah sakit.

BACA JUGA:Inflasi Terkendali, Pemda Perlu Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan

"Lalu ada juga jengkol, tomat, telur ayam ras, bawang putih, popok bayi sekali pakai atau diapers dan sepatu pria," ujar Sahranudin.

Lebih lanjut Sahranudin mengemukakan, untuk tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) pada bulan September 2026 Provinsi Bengkulu sebesar 0,38 persen. 

"Meski pun angka inflasi masih dinilai dalam batas toleransi target nasional, kita tetap mengingatkan pemerintah daerah untuk terus mengawal harga selama tiga bulan tersisa hingga akhir tahun," demikian Sahranudin. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: