Tugu Sawit di Bundaran Kota Bakal Jadi Ikon Baru Mukomuko
Bundaran Kota Mukomuko bakal dibangun Monumen yang akan dijadikan ikon daerah-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Wajah pusat Kota Mukomuko bakal berubah. Pemerintah Kabupaten Mukomuko mulai menyiapkan pembangunan monumen atau tugu berbentuk buah sawit di tengah bundaran kota pada tahun 2026 ini.
Monumen tersebut dirancang bukan sekadar mempercantik kawasan perkotaan. Tugu sawit itu diharapkan menjadi salah satu ikon baru Kabupaten Mukomuko sekaligus menggambarkan identitas daerah yang selama ini tidak terlepas dari sektor perkebunan kelapa sawit.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, mengatakan pekerjaan pembangunan monumen tersebut segera dimulai.
Menurutnya, pemilihan bentuk buah sawit memiliki alasan kuat. Sawit merupakan salah satu komoditas utama yang menjadi sumber penghasilan masyarakat Mukomuko. Ribuan keluarga menggantungkan pendapatan dari kebun sawit, baik sebagai petani maupun melalui berbagai aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar sektor perkebunan.
“Monumen ini dibuat dengan konsep buah sawit karena sawit merupakan salah satu potensi dan sumber penghasilan masyarakat Mukomuko. Sawit juga menjadi salah satu penopang perekonomian daerah,” ujar Apriansyah.
Monumen tersebut nantinya akan menampilkan bentuk buah sawit yang dibalut atau dikelilingi elemen api serta dilengkapi dedaunan sawit. Konsep tersebut diharapkan membuat tugu memiliki karakter visual yang kuat dan mudah dikenali ketika memasuki kawasan pusat kota.
Lebih dari sekadar bangunan di tengah bundaran, monumen ini diharapkan mampu menjadi simbol yang merepresentasikan daerah. Sebab, sawit bukan hanya komoditas perkebunan, tetapi telah menjadi bagian penting dari denyut ekonomi masyarakat Mukomuko.
Ketika harga dan produksi sawit bergerak, aktivitas ekonomi masyarakat pun ikut terdampak. Perputaran uang dari sektor perkebunan turut menghidupkan perdagangan, jasa, transportasi hingga berbagai usaha masyarakat.
"Karena itu, keberadaan tugu sawit nantinya diharapkan memiliki makna lebih luas. Monumen tersebut menjadi penanda bahwa Mukomuko memiliki potensi perkebunan yang besar dan masyarakatnya memiliki ketergantungan ekonomi yang kuat terhadap komoditas kelapa sawit," jelasnya.
Dirinya pun berharap pembangunan monumen ini tidak berhenti pada aspek estetika semata. Setelah rampung, keberadaannya diharapkan mampu menjadi salah satu landmark daerah sekaligus titik yang memperkuat identitas Kabupaten Mukomuko. Dan saat ini, persiapan pekerjaan pembangunan monumen tersebut mulai dilakukan.
"Kami menargetkan pembangunan dapat berjalan sesuai rencana sehingga wajah baru bundaran kota dengan ikon sawit tersebut segera dapat dinikmati masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
