Waspada! Puluhan Warga Bengkulu Utara Diserang DBD, 1 Meninggal
Subkoord P2P Dinkes Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi.-Istimewa-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bengkulu Utara kembali memakan korban.
Sejak Januari hingga Agustus 2026, penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu telah menyerang 65 warga dan satu diantaranya dinyatakan meninggal dunia pada Juni lalu.
Data tersebut disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bengkulu Utara, Selasa (22/9/2026). Subkoord P2P Dinkes Bengkulu Utara, Bintoro Wahyudi.
Ia.mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini turut dipicu oleh perubahan cuaca yang mulai memasuki musim penghujan.
BACA JUGA:DBD Mengancam, Camat XIV Koto Ajak Warga Giatkan PSN
"Saat ini mulai memasuki musim penghujan, kami harap masyarakat lebih waspada agar tidak terjangkit oleh nyamuk Aedes aegypti dengan memperhatikan lingkungan sekitar, sehingga terbebas dari bahaya DBD," ujar Bintoro saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, nyamuk Aedes aegypti sangat mudah berkembang biak pada genangan air bersih yang muncul saat musim hujan.
Seperti di kaleng bekas, ban bekas, maupun wadah penampungan air di sekitar rumah warga.
Untuk menekan angka penyebaran, Dinkes Bengkulu Utara mengimbau masyarakat menerapkan pola 3M Plus yakni menguras tempat penampungan air, menutupnya rapat-rapat, serta memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
BACA JUGA:9 Cara Ampuh Usir Nyamuk dari Bahan Alami Ini Bisa Hindarkan dari Serangan DBD hingga Malaria
Selain itu, warga diminta rutin membersihkan lingkungan dan menggunakan lotion antinyamuk, terutama pada pagi dan sore hari.
Bintoro juga meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala DBD.
Seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, mual, hingga muncul bintik merah pada kulit. Penanganan dini dinilai krusial untuk mencegah perburukan kondisi pasien.
Kewaspadaan dini diyakini menjadi kunci utama untuk menekan angka kasus DBD di wilayah tersebut hingga akhir tahun.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
