Disdikbud Mukomuko Tetapkan 73 Sekolah Terima Program Sagusala 2026

Disdikbud Mukomuko Tetapkan 73 Sekolah Terima Program Sagusala 2026

Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, MM-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Program Satu Guru Satu Laptop (Sagusala) yang dirancang Bupati Mukomuko H. Choirul Huda, SH bersama Wakil Bupati Rahmadi AB dipastikan kembali berlanjut pada tahun 2026. Program tersebut menyasar guru di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Mukomuko.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, MM mengatakan, untuk tahun 2026 terdapat 73 sekolah yang masuk dalam sasaran calon penerima program Sagusala.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 43 merupakan sekolah jenjang SD dan 30 sekolah jenjang SMP.

“Program Sagusala ini berlanjut. Untuk tahun ini ada 73 sekolah yang menjadi sasaran calon penerima, terdiri dari 43 SD dan 30 SMP,” kata Arni.

Program satu guru satu laptop tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan guru dalam menjalankan tugas, khususnya dalam proses pembelajaran dan pekerjaan administrasi sekolah. Pemanfaatan perangkat teknologi dinilai semakin penting seiring tuntutan dunia pendidikan yang terus berkembang.

Melalui program ini, guru diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada perangkat sekolah ketika membutuhkan sarana untuk menyusun perangkat pembelajaran, mengolah bahan ajar, membuat laporan, hingga menjalankan berbagai pekerjaan administrasi secara digital.

Selain menunjang pekerjaan guru, Sagusala juga diarahkan untuk mendorong peningkatan kemampuan tenaga pendidik dalam memanfaatkan teknologi informasi. Dengan tersedianya perangkat laptop, guru diharapkan lebih mudah mengakses berbagai sumber pembelajaran dan mengembangkan metode belajar yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mendorong digitalisasi pendidikan di Kabupaten Mukomuko. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga harus mengikuti perkembangan teknologi agar proses pembelajaran semakin efektif dan tidak tertinggal.

Arni menegaskan, keberlanjutan Sagusala diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi tenaga pendidik sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di daerah.

“Intinya, program ini untuk membantu guru dalam melaksanakan tugasnya, baik dalam pembelajaran maupun administrasi. Kita berharap pemanfaatannya benar-benar mendukung peningkatan kualitas pendidikan,” demikian Arni.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: