GPM dan Bantuan Pangan Jadi Pemicu Harga Beras di Mukomuko Turun

GPM dan Bantuan Pangan Jadi Pemicu Harga Beras di Mukomuko Turun

Harga beras di Mukomuko mulai turun pasca GPM dan bantuan pangan pemerintah turun-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Harga beras di Kabupaten Mukomuko mulai menunjukkan tren penurunan. Kondisi ini terutama terlihat pada beras kualitas premium yang sebelumnya sempat menyentuh Rp15.500 per kilogram, kini turun menjadi sekitar Rp15.000 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharna, mengatakan penurunan harga beras tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Salah satunya pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar dalam rangkaian Gebyar Merah Putih di Kabupaten Mukomuko.

Menurutnya, kegiatan tersebut turut membantu menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memberikan pilihan beras dengan harga lebih terjangkau kepada masyarakat.

Selain GPM, penurunan harga juga dipengaruhi oleh distribusi bantuan pangan berupa beras dari pemerintah pusat kepada masyarakat kurang mampu. Bantuan tersebut secara tidak langsung mengurangi tekanan kebutuhan pembelian beras di pasar.

"Untuk harga beras premium sekarang sudah mulai turun. Sebelumnya sekitar Rp15.500 per kilogram, sekarang berada di kisaran Rp15.000 per kilogram," kata Elxsandi.

Faktor lainnya, lanjut dia, sebagian petani padi di Mukomuko mulai memasuki masa panen. Bertambahnya pasokan gabah dari petani lokal ikut membantu menjaga ketersediaan beras di daerah.

Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat. Dengan pasokan yang semakin tersedia dan distribusi bantuan pemerintah berjalan, harga beras diharapkan tetap terkendali dan tidak kembali mengalami lonjakan.

"Kami juga terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan di pasaran guna mengantisipasi gejolak harga yang dapat membebani masyarakat," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: