Budaya Mukomuko Mulai Diabadikan Lewat Video Dokumenter
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, MM-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kekayaan budaya Kabupaten Mukomuko tidak hanya harus diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga perlu memiliki jejak dokumentasi yang kuat. Menjawab kebutuhan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mukomuko kembali menyiapkan pembuatan video dokumenter yang khusus merekam berbagai warisan budaya daerah.
Program tersebut ditargetkan mulai berjalan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Mukomuko tahun 2026. Sebelumnya, kegiatan serupa telah masuk dalam APBD murni 2026, namun belum dapat dilaksanakan lantaran terjadi penyesuaian anggaran.
Kepala Disdikbud Mukomuko, Arni Gusnita, MM, mengatakan dokumentasi budaya ini penting untuk memastikan berbagai peninggalan dan tradisi masyarakat Mukomuko tidak sekadar tersimpan dalam ingatan para pelaku budaya.
Menurutnya, perkembangan zaman membuat pola pewarisan budaya ikut berubah. Sejumlah tradisi yang dahulu mudah ditemukan dalam kehidupan masyarakat, kini tidak selalu dikenal oleh generasi muda.
Karena itu, pemerintah daerah perlu mengambil langkah untuk merekam budaya tersebut dalam bentuk dokumentasi yang dapat disimpan dan dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Anggarannya sebenarnya sudah ada di APBD murni, tetapi karena ada penyesuaian, kegiatan ini tidak jadi dilaksanakan. Di APBD-P 2026, rencana tersebut akan kembali dijalankan,” kata Arni.
Video dokumenter yang disiapkan nantinya akan memuat berbagai seni, tradisi, serta praktik kebudayaan yang telah menjadi bagian dari warisan budaya tak benda Kabupaten Mukomuko.
Beberapa di antaranya adalah seni Gandai, Sakora, alat musik Serunai, hingga tradisi tempat ngajing atau kegiatan mengaji secara tradisional. Berbagai bentuk kreasi seni budaya yang masih berkembang di tengah masyarakat juga akan direkam.
Arni menegaskan dokumentasi tersebut bukan sekadar untuk menghasilkan video. Lebih jauh, hasilnya diharapkan menjadi arsip budaya daerah yang dapat digunakan sebagai sumber informasi bagi sekolah, generasi muda, peneliti maupun masyarakat yang ingin mengetahui sejarah dan kekayaan budaya Mukomuko.
Selama ini, kata dia, banyak pengetahuan budaya masih bertumpu pada cerita lisan dan praktik langsung dari para pelaku budaya. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri ketika generasi penerus mulai berkurang memahami atau mempraktikkan tradisi tersebut.
“Daerah tidak cukup hanya memiliki sejarah, tetapi juga harus memiliki bukti dokumentasi. Ketika dibutuhkan, kita bisa menunjukkan secara jelas apa saja budaya yang dimiliki Mukomuko,” ujarnya.
Menurut Arni, dokumentasi visual juga menjadi salah satu cara untuk mendekatkan budaya lokal dengan generasi muda. Melalui video, berbagai bentuk kesenian dan tradisi dapat dikenalkan secara lebih menarik tanpa menghilangkan nilai sejarah yang terkandung di dalamnya.
Disdikbud Mukomuko berharap program tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membangun arsip budaya daerah secara lebih teratur. Dokumentasi yang dihasilkan nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi pemerintah, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pengenalan budaya Mukomuko kepada masyarakat luas.
“Dengan dimulainya kembali program ini di APBD-P 2026, kami menargetkan tersedianya arsip visual budaya yang dapat digunakan dalam jangka panjang sebagai sumber pengetahuan dan bukti eksistensi budaya Mukomuko,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
