Ujung Tombak Pendidikan, Guru Diminta Beradaptasi dengan Digitalisasi
Workshop pendidikan yang digelar Kemendikdasmen dengan Komisi X DPR RI-Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Guru yang merupakan ujung tombak pendidikan, dinilai penting untuk beradaptasi seiring dengan pesatnya perkembangan digitalisasi.
Ini terungkap dalam workshop pendidikan, yang mengangkat tema Implementasi Digitalisasi Pembelajaran untuk Meningkatkan Kualitas Proses Belajar Mengajar, Sabtu 12 September 2026.
Anggota Komisi X DPR RI, Dr. Hj. Dewi Coryati menilai, dunia pendidikan saat ini bergerak sangat cepat, yang tentunya seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi digital.
"Sehingga teknologi bukan lagi sekadar alternatif atau sarana tambahan, melainkan kebutuhan pokok yang harus dikuasai sekolah," ungkap Dewi
BACA JUGA:Perkuat Peran Guru untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Menurut Dewi, pengalaman selama pandemi secara langsung menunjukkan jika kemampuan beradaptasi dengan teknologi, menjadi penentu agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan.
"Kini, pada masa pemulihan dan penataan, tantangan utama adalah memastikan teknologi dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pembelajaran," tegas Dewi.
Digitalisasi pembelajaran, lanjut Dewi, tidak berarti menggantikan posisi guru dengan mesin atau aplikasi. Sebaliknya, teknologi harus menjadi alat yang memperkuat peran pendidik.
"Jadi kita berharap, denga workshop dapat lahir proses pembelajaran yang inovatif, efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman," harap Dewi.
Dewi menjelaskan, setidaknya ada tiga sasaran utama yang ingin dicapai. Pertama, meningkatkan pemahaman serta kecakapan para pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital secara optimal.
BACA JUGA:Akses Pendidikan hingga Kesehatan Rusak, Pemdes Bukit Makmur Harap Pembangunan Hotmix 2027
"Kemudian mengembangkan metode pembelajaran yang lebih interaktif, dan terakhir memaksimalkan pemanfaatan berbagai sumber dan media pembelajaran digital," jelas Dewi.
Dewi menambahkan, guru yang merupakan ujung tombak transformasi pendidikan, harus beradaptasi di era digital. Karena secanggih apa pun teknologi, tanpa kreativitas dan ketulusan seorang guru, dampaknya tidak maksimal.
"Maka dari itu investasi terbesar dalam digitalisasi pendidikan adalah peningkatan kapasitas para guru," tambah Dewi dalam workshop yang merupakan kolaborasi Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Komisi X DPR RI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
