Muslim Chaniago Tak Gentar Diteror, Tetap Berdiri di Atas Kebenaran

Muslim Chaniago Tak Gentar Diteror, Tetap Berdiri di Atas Kebenaran

Pemerhati Hukum dan Pemertahan, Muslim Chaniago, SH, MH-Radar Utara / Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Ancaman dan teror tidak membuat pemerhati hukum dan pemerintahan, Muslim Chaniago, SH, MH, mundur dari pendiriannya.

Sebagai advokat sekaligus pemerhati hukum dan pemerintahan, ia mengaku tetap akan berdiri tegak menyuarakan kebenaran, meski harus berhadapan dengan berbagai tekanan.

Muslim menegaskan, ancaman maupun teror merupakan bagian dari risiko yang harus dihadapi ketika seseorang memilih untuk bersikap kritis dan memperjuangkan kepentingan hukum serta keadilan. Karena itu, dirinya tidak ingin menjadikan tekanan sebagai alasan untuk berhenti berbicara.

Menurutnya, keberanian menyampaikan pendapat bukan berarti mencari persoalan. Namun, ketika melihat adanya kebijakan atau persoalan yang dinilai tidak tepat, masyarakat, termasuk kalangan hukum, memiliki ruang untuk memberikan kritik dan masukan secara konstruktif.

“Teror dan ancaman itu bagian dari bumbu kehidupan. Saya tidak akan gentar. Prinsip saya, sepanjang yang disampaikan berada di atas kebenaran dan berdasarkan hukum, saya akan tetap berdiri pada pendirian tersebut,” tegas Muslim.

Ia menyebut, tekanan tidak hanya datang ketika dirinya menangani perkara sebagai advokat. Dalam beberapa kesempatan, sikap kritis terhadap kebijakan pemerintah maupun persoalan yang menyangkut kepentingan publik juga dapat memunculkan reaksi dari pihak-pihak tertentu.

Namun bagi Muslim, perbedaan pandangan seharusnya tidak diselesaikan dengan ancaman ataupun teror. Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi, terlebih ketika menyangkut kebijakan pemerintah dan kepentingan masyarakat luas.

Ia mengingatkan, pemerintah juga membutuhkan kontrol dari masyarakat, termasuk dari kalangan praktisi hukum dan pemerhati pemerintahan. Kritik, kata dia, semestinya dipandang sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan, bukan dianggap sebagai bentuk permusuhan.

“Kalau setiap kritik dibalas dengan tekanan atau ancaman, maka ruang demokrasi menjadi sempit. Pemerintah harus terbuka terhadap kritik. Selama kritik itu disampaikan dengan dasar dan argumentasi yang jelas, jangan alergi,” ujarnya.

Muslim menambahkan, dirinya tidak bermaksud mencari popularitas melalui sikap kritis. Apa yang dilakukan semata-mata merupakan bentuk kepedulian terhadap penegakan hukum, pemerintahan yang baik serta kepentingan masyarakat.

Ia juga memastikan akan tetap menggunakan jalur hukum dalam menyikapi setiap persoalan. Baginya, keberanian harus berjalan beriringan dengan aturan hukum sehingga kritik yang disampaikan tidak keluar dari koridor yang semestinya.

“Ancaman tidak akan mengubah prinsip saya. Saya akan tetap menyuarakan apa yang saya anggap benar. Kalau ada yang tidak sependapat, silakan bantah dengan argumentasi dan dasar hukum, bukan dengan teror,” pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: