Erupsi GAK, BPBD Bengkulu Keluarkan Mitigasi Abu Vulkanik
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah-RRI-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Seiring dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK), Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mengeluarkan pedoman darurat untuk mitigasi abu vulkanik.
Langkah ini dilakuan sebagia upaya dini yang bertujuan guna melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, khususnya di Provinsi Bengkulu.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah menyampaikan, setidakya ada lima langkah kritis bagi masyarakat untuk melindungi diri sendiri, keluarga dan lingkungan dari bahaya abu vulkanik.
"Yang paling penting adalah agar masyarakat tetap tinggal di dalam rumah dan berdiam diri di dalam hunian selama mungkin," ungkap Khristian.
Jadi, lanjut Khristian, masyarakat diimbau untuk memastikan semua pintu dan jendela tertutup rapat, guna mencegah partikel abu masuk ke dalam ruangan.
"Bagi yang terpaksa harus keluar rumah, diwajibkan untuk menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai, khususnya masker N95 atau K95, yang dirancang untuk menyaring partikel halus berbahaya yang dapat merusak paru-paru," kata Khristian.
Disamping itu, sambung Hermansyah, pentingnya perlindungan mata, sehingga pihaknya menyarankan agar masyarakat menggunakan kacamata pelindung.
"Salah satu kesalahpahaman penting yang diluruskan, terkait metode yang benar untuk membersihkan abu. Kita mengingatkan agar masyarakat tidak menyapu abu dalam keadaan kering," ujar Hermansyah.
Karena tindakan ini berpotensi menyebabkan partikel halus beterbangan kembali ke udara, sehingga meningkatkan risiko terhirup dan mencemari lingkungan sekitar.
"Sebaliknya masyarakat diinstruksikan untuk membasahi atau menyiram abu terlebih dahulu, sebelum mencoba membersihkannya. Metode ini membantu membebani partikel, sehingga tidak mudah menyebar ke udara," imbau Khristian.
Lebih lanjut Khristian mengemukakan, pihaknya juga menekankan pentingnya selalu mengikuti informasi dari sumber resmi dan terpercaya.
"Masyarakat didorong untuk terus memantau perkembangan dan data akurat mengenai situasi kebencanaan melalui lembaga resmi seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), atau sistem pemantauan vulkanik MAGMA Indonesia," demikian Khristian.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
