98,99 Persen Ekspor Bengkulu Lewat Pelabuhan Pulau Baai

98,99 Persen Ekspor Bengkulu Lewat Pelabuhan Pulau Baai

Statisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu, Reny Puspasari-Radar Utara/ Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pelabuhan Pulau Baai mendominasi perkembangan ekspor Provinsi BENGKULU, khususnya pada Juli 2026 dengan peranan mencapai 98,99 persen.

Ini disampaikan Statisi Ahli Madya BPS Provinsi Bengkulu, Reny Puspasari. Menurut Reny Puspasari, pada Juli 2026 nilai ekspor Provinsi Bengkulu mencapai 13,82 US Dollar, naik 10,08 persen di banding Juni 2026.

"Berdasarkan perkembangan eskpor dan impor Juli 2026, Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran 98,99 persen terhadap total ekspor Provinsi Bengkulu dengan nilai Free on Board (FOB) 13,68 juta US Dollar," ungkap Reny Puspasari.

Kemudian, lanjut Reny Puspasari, Tanjung Priok miliki peran 0,94 persen dengan nilai FOB 0,13 juta US Dollar. Bandara Soekarno-Hatta 0,01 persen, dan pelabuhan lainnya 0,06 persen dengan nilai FOB 0,01 juta US Dollar.

"Sedangkan untuk impor pada Juli 2026 ke Bengkulu, tidak ada sama sekali," ujar Reny Puspasari.

Disisi lain, Reny Puspasari menjelaskan, meskipun demikian secara global nilai ekspor Provinsi Bengkulu sepanjang Januari-Juli 2026, yang totalnya mencapai 42,11 juta US Dollar, turun sekitar 7,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

"Pada tahun 2025 lalu dengan periode yang sama, total ekspor Bengkulu mencapai 57,77 juta US Dollar," kata Reny Puspasari.

Reny Puspasari menambahkan, untuk pangasa ekspor nonmigas pada Januari-Juli 2026, negara yang menjadi tujuan utama yakni India dengan nilai mencapai 17,33 juta US Dollar.

"Komoditas utama yang diekspor yakni batu bara dengan capaian 12,80 juta US Dollar. Selebihnya merupakan komoditas nonmigas lainnya," tambah Reny Puspasari.

Lebih lanjut Reny Puspasari menyampaikan, selanjutnya negara tujuan ekspor lainnya yakni Pakistan dengan nilai 9,32 juta US Dollar dan Kamboja 3,37 juta US Dollar.

"Komoditas utama ekspor untuk kedua negara ini juga batubara," demikian Reny Puspasari. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: