Integrasi Sapi-Sawit Jadi Strategi Baru Dongkrak Ekonomi Petani Mukomuko

Integrasi Sapi-Sawit Jadi Strategi Baru Dongkrak Ekonomi Petani Mukomuko

Dinas pertanian Mukomuko dorong program integritas sapi dan sawit bagi masyarakat-Radar Utara/Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID— Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko terus mendorong masyarakat, khususnya petani, untuk mengembangkan pola integrasi sapi dan perkebunan kelapa sawit. Program ini dinilai mampu memberikan keuntungan ganda bagi petani sekaligus meningkatkan produktivitas usaha pertanian dan peternakan.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, mengatakan integrasi sapi dan sawit merupakan pola usaha yang saling menguntungkan. Limbah dan kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik untuk tanaman, sementara lingkungan perkebunan sawit dapat menjadi sumber pakan bagi ternak.

Menurutnya, melalui pola tersebut, petani tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan. Petani sawit sekaligus dapat memelihara sapi dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di sekitar perkebunan.

“Dengan integrasi sapi dan sawit, ada keuntungan yang bisa diperoleh petani dari kedua sektor. Kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk, sementara sapi bisa memanfaatkan pakan yang tersedia di lingkungan perkebunan,” ujarnya.

Ia menegaskan, pola tersebut harus terus dikembangkan karena mampu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari usaha petani. Kotoran sapi yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman sawit.

Di sisi lain, sapi yang dipelihara di sekitar perkebunan dapat memperoleh sumber pakan dari hijauan maupun tanaman penutup yang tersedia. Dengan pengelolaan yang baik, kondisi tersebut dapat membantu meningkatkan pertumbuhan dan bobot ternak.

Dinas Pertanian berharap masyarakat tidak melihat usaha perkebunan dan peternakan sebagai dua sektor yang berjalan sendiri-sendiri. Keduanya justru dapat dipadukan menjadi satu sistem usaha yang lebih efisien dan menghasilkan nilai tambah.

“Ini yang terus kita dorong. Petani mendapatkan manfaat dari pupuk organik, sementara ternaknya juga mendapatkan sumber pakan. Jadi ada hubungan timbal balik yang memberikan keuntungan,” tegasnya.

Program integrasi sapi dan sawit juga dinilai sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan potensi lokal. Dengan pola tersebut, limbah dapat ditekan, biaya produksi bisa lebih efisien dan usaha petani menjadi lebih berkelanjutan.

"Kami akan terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan pola integrasi tersebut, sehingga perkebunan sawit tidak hanya menghasilkan buah, tetapi juga mampu menjadi bagian dari pengembangan peternakan masyarakat," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: