Jangan Biarkan Cinta Maya Berujung Petaka, Polres Mukomuko Ingatkan Bahaya Love Scam
Polres Mukomuko Ingatkan Bahaya Love Scam-Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kedekatan di dunia maya tidak selalu berakhir dengan kebahagiaan.
Di balik komunikasi yang intens, perhatian yang berlebihan hingga janji hubungan serius, bisa saja terdapat niat jahat untuk menguras harta korban.
Modus inilah yang dikenal sebagai love scam atau penipuan berkedok hubungan asmara.
Polres Mukomuko mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbuai dengan rayuan orang yang baru dikenal melalui media sosial maupun aplikasi komunikasi daring.
Pelaku biasanya tidak langsung meminta uang. Mereka terlebih dahulu membangun kepercayaan dan kedekatan emosional agar korban merasa nyaman dan yakin terhadap identitas pelaku.
Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres Mukomuko AKP Panji Nugraha, S.T.K., S.I.K., M.H., menegaskan masyarakat harus lebih kritis ketika menjalin hubungan dengan seseorang yang hanya dikenal melalui internet.
Menurutnya, pelaku love scam umumnya memiliki pola yang hampir sama. Perkenalan dilakukan melalui media sosial, kemudian komunikasi berlangsung semakin intens.
Pelaku memberikan perhatian, menunjukkan kepedulian, bahkan tidak jarang mengaku telah memiliki perasaan dalam waktu relatif singkat.
Setelah korban mulai percaya, pelaku mulai memainkan kondisi emosional korban. Berbagai alasan kemudian digunakan untuk meminta uang, mulai dari kebutuhan mendesak, masalah kesehatan, biaya perjalanan, urusan pekerjaan hingga persoalan keluarga.
“Jangan mudah percaya kepada seseorang yang baru dikenal melalui internet. Apalagi kalau hubungan berkembang sangat cepat dan mulai disertai permintaan uang, bantuan finansial atau data pribadi. Kenali orangnya dan lakukan verifikasi identitas sebelum memberikan kepercayaan lebih jauh,” tegas AKP Panji.
Polres Mukomuko meminta masyarakat mengenali tanda-tanda yang patut dicurigai. Salah satunya identitas yang tidak jelas, penggunaan foto atau profil yang meragukan, terlalu cepat menyatakan cinta, serta selalu menghindari pertemuan langsung maupun panggilan video.
Tanda bahaya lainnya adalah ketika seseorang yang dikenal secara daring tiba-tiba mengaku mengalami masalah serius atau keadaan darurat dan meminta korban segera mengirimkan uang.
Korban juga patut curiga jika pelaku meminta hubungan tersebut dirahasiakan dari keluarga maupun orang terdekat.
Yang tidak kalah penting, masyarakat diminta menjaga seluruh data pribadi. Nomor rekening, PIN, password, kode OTP dan informasi perbankan lainnya tidak boleh diberikan kepada orang yang hanya dikenal melalui internet.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: