Cegah Stunting, KUA Minta Sekolah Lebih Terbuka Untuk Edukasi Pernikahan
(Ilustrasi) Cegah Stunting, KUA Minta Sekolah Lebih Terbuka Untuk Edukasi Pernikahan--
RADARUTARA.ID - Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, meminta seluruh sekolah di wilayah kerjanya.
Lebih terbuka dalam membangun sinergi lintas sektor sebagai bagian dari upaya mencegah dan menangani kasus stunting.
Keterbukaan pihak sekolah dinilai penting, khususnya dalam memberikan ruang bagi penyuluh KUA untuk masuk ke lingkungan pendidikan dan menyampaikan edukasi kepada para pelajar mengenai pernikahan, kesiapan berkeluarga serta dampak pernikahan di usia dini.
Kepala KUA Marga Sakti Sebelat, Bobi mengatakan, edukasi sejak usia sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk membekali pelajar dengan pemahaman yang utuh sebelum mengambil keputusan terkait pernikahan.
Menurutnya, pemahaman tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek agama dan aturan pernikahan.
Tetapi juga menyangkut kesiapan membangun keluarga, termasuk kesiapan dalam menjalankan pola asuh terhadap anak.
Bobi menilai, sebagian persoalan stunting yang terjadi tidak terlepas dari kondisi pernikahan di usia dini.
Ketika pasangan belum memiliki kesiapan dan pengetahuan yang cukup dalam membangun rumah tangga maupun mengasuh anak, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam jangka panjang.
“Ketika pola asuh belum terdidik secara matang, tentunya ini akan mempengaruhi bagaimana orang tua mengasuh anak.
Dampaknya dalam jangka panjang, bisa berpengaruh terhadap kualitas anak dan meningkatkan kerentanan terhadap stunting,” ujar Bobi.
Ia menjelaskan, selama ini KUA Marga Sakti Sebelat melalui para penyuluh sebenarnya telah berupaya masuk ke sejumlah sekolah untuk memberikan materi dan edukasi kepada pelajar mengenai pernikahan.
Namun, langkah tersebut dinilai belum berjalan maksimal karena belum seluruh sekolah membuka ruang yang cukup bagi penyuluh KUA untuk melaksanakan kegiatan edukasi di lingkungan sekolah.
Karena itu, Bobi berharap ke depan komunikasi dan sinergi antara sekolah dengan KUA dapat diperkuat.
Menurutnya, persoalan stunting tidak dapat ditangani oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak sejak dari hulu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: