Kebakaran Lahan Jadi Alarm, Panitia Diminta Kaji Ulang Risiko Kegiatan Perkemahan
Kebakaran Lahan Jadi Alarm, Panitia Diminta Kaji Ulang Risiko Kegiatan Perkemahan-Radar Utara/ Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di areal HGU PT Air Muring, Divisi 3, Desa Suka Medan, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Selasa (11/8/2026) malam, menjadi perhatian sejumlah pihak.
Pasalnya, lokasi lahan yang terbakar berada berdekatan dengan area bumi perkemahan yang dijadwalkan menjadi pusat kegiatan perkemahan tingkat kabupaten pada 27-29 Agustus 2026 mendatang.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap aspek keselamatan peserta dan keberlangsungan kegiatan.
Terlebih, sebagian area perusahaan, termasuk kawasan yang direncanakan menjadi lokasi perkemahan, dinilai rentan mengalami kebakaran di tengah kondisi cuaca kemarau saat ini.
Kerentanan tersebut semakin diperkuat dengan kondisi lahan yang dipenuhi ranting, semak dan ilalang bekas tebasan yang mulai mengering.
Material kering tersebut berpotensi menjadi bahan bakar apabila tersulut api.
Atas kondisi itu, sejumlah pihak mendorong agar rencana pelaksanaan perkemahan di kawasan tersebut kembali dikaji secara matang.
Evaluasi terutama diperlukan untuk menghitung potensi terburuk apabila kebakaran lahan kembali terjadi saat kegiatan berlangsung.
Kehadiran peserta dalam jumlah besar serta berbagai aktivitas selama perkemahan juga dinilai membutuhkan pengawasan dan pengendalian yang lebih ketat, terutama terhadap potensi munculnya sumber api di sekitar lokasi kegiatan.
Camat Marga Sakti Sebelat, Eri Zull, S.PT, mengakui adanya kekhawatiran serupa.
Menurutnya, kondisi kemarau ditambah banyaknya material bekas tebasan yang mengering memang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran kembali sewaktu-waktu.
“Situasi seperti ini memang harus menjadi perhatian. Kondisi kemarau dan banyaknya ranting maupun ilalang bekas tebasan yang sudah kering berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya.
Eri mengatakan, pihak kecamatan akan menyampaikan kondisi tersebut kepada jajaran panitia penyelenggara perkemahan yang rencananya digelar pada akhir Agustus.
Menurutnya, perlu ada evaluasi dan penghitungan ulang antara potensi risiko kebakaran dengan pelaksanaan kegiatan perkemahan yang akan melibatkan banyak peserta itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: