Kabakaran Landa Pemukiman Padat Penduduk, 21 Rumah dan Bedengan Terdampak

Kabakaran Landa Pemukiman Padat Penduduk, 21 Rumah dan Bedengan Terdampak

Petugas PBK Koa Bengkulu saat berupaya memadamkan api-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Sebanyak 21 bangunan yang terdiri dari rumah dan bedengan, yang berada dalam wilayah dua Rukun Tetangga (RT) di Gang Damai Kelurahan Pengantungan Kota Bengkulu terbakar.

Peristiwa kabakaran di pemukiman padat penduduk yang terjadi Rabu 12 Agustus 2026 siang tersebut, membuat para petugas Pemadam Bencana Kebakaran (PBK) berjibaku untuk memadamkan api yang cepat membesar dan merambat.

Kepala Dinas (Kadis) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah mengatakan, setelah menerima laporan kebakaran melalui layanan darurat 112, pihaknya langsung mengerahkan petugas untuk bergerak ke lokasi.

"Setiba di lokasi api sudah terlihat sudah membesar dan merambat ke bangunan-bangunan di lokasi," ungkap Yuliansyah.

BACA JUGA:Bentuk Dukungan Moril, Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran

Menurut Yuliansyah, padatnya permukiman penduduk di lokasi, menjadi kendala utama petugas untuk memadamkan api. Bahkan armada pemadam kebakaran yang dikerahkan, kesulitan mendekati titik api.

"Apalagi akses jalan di lokasi sangat sempit, ditambah lagi jumlah warga yang banyak karena ingin berupaya menyelamatkan barang berharganya," kata Yuliansyah.

Sementara ini, lanjut Yuliansyah, ada sekitar 21 bangunan yang terdampak, termasuk rumah kontrakan atau bedengan. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah korban dan total kerugian akibat kebakaran.

"Setelah berjibaku, petugas berhasil menjinakan kebakaran dan sekarang ini masih terus dilakukan pemadaman terhadap sisa-sisa api," ujar Yuliansyah.

BACA JUGA:Instruksi Bupati, Pemkab Bengkulu Utara Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

Terpisah, Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol. Rahmad Hidayat mengemukakan, pihaknya bersama instansi terkait lainnya, sejauh ini masih melakukan penanganan di lokasi.

"Kita menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Apalagi sepeti kondisi cuaca yang cenderung kering dan disertai angin. Jadi peningkatan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran menjadi penting," tegas Kapolresta.

Lebih jauh Rahmad mengatakan, warga yang menjadi korban kebakaran juga dilaporkan kehilangan dokumen penting, seperti ijazah dan surat-surat lainnya.

"Tentu kita bakal membantu warga dalam proses administrasi untuk mendapatkan kembali dokumen yang terbakar. Terkait penyebab kebakaran, kita masih melakukan serangkaian penyelidikan. Sementara ini diduga titik awal api berasal dari salah satu rumah bedeng di lokasi," singkat Rahmad. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: