Pasokan Menipis Pemicu Harga Daging Ayam Naik hingga Rp 55 Ribu Per Kilogram
Pasokan Menipis Pemicu Harga Daging Ayam Naik hingga Rp 55 Ribu Per Kilogram-Foto by infopublik.id-
RADARUTARA.ID - Kenaikan harga daging ayam di pasaran kembali menjadi keluhan masyarakat.
Komoditas yang menjadi salah satu kebutuhan utama rumah tangga tersebut kini terpantau dijual jauh lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya.
Kepala UPTD Pasar KTM Giri Kencana, Abu Nawar, membenarkan adanya kenaikan harga daging ayam yang terjadi di pasaran.
Menurutnya, kenaikan mulai terpantau setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan, setelah sebelumnya sempat lama terhenti.
Saat ini, harga daging ayam di pasaran berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu/kilogram.
Padahal, sebelum terjadi kenaikan, harga komoditas tersebut masih berada di angka sekitar Rp45 ribu/kilogram.
“Untuk harga ayam sekarang sekitar Rp50 ribu sampai Rp55 ribu/kilogram. Sebelumnya sekitar Rp45 ribu,” ujar Abu Nawar.
Meski kenaikan harga tersebut terjadi bersamaan dengan kembali berjalannya program MBG, Abu Nawar belum dapat memastikan bahwa program tersebut menjadi penyebab langsung meningkatnya harga daging ayam di pasar.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, salah satu faktor yang diduga kuat memengaruhi kenaikan harga adalah berkurangnya pasokan daging ayam dari pemasok kepada pedagang.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan ayam di tingkat pedagang menjadi lebih terbatas dibandingkan sebelumnya.
Ketika suplai berkurang sementara kebutuhan tetap tinggi, harga di pasaran pun ikut terdorong naik.
“Informasi yang kami dapat, pasokan dari pemasok ke pedagang berkurang. Jadi kemungkinan kenaikan ini dipengaruhi oleh suplai ayam yang berkurang,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut tentunya menjadi perhatian karena daging ayam merupakan salah satu bahan pangan yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat.
Perubahan harga hingga Rp10 ribu/ kilogram berpotensi menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: