Gelombang Tinggi, Nelayan Mukomuko Hentikan Aktivitas Melaut
Sebagian nelayan di Mukomuko terpaksa berhenti melaut karena gelombang tinggi-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Aktivitas nelayan di kawasan Pantai Indah Mukomuko dalam tiga hari terakhir mulai terganggu. Gelombang laut yang cukup besar membuat tidak seluruh nelayan berani menjalankan aktivitas melaut karena kondisi perairan dinilai kurang aman untuk mencari ikan.
Wakil Ketua I Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Mukomuko, Japri, mengatakan sebagian nelayan memilih tidak turun ke laut sejak beberapa hari terakhir. Keputusan tersebut diambil bukan semata karena hasil tangkapan yang belum menjanjikan, tetapi juga menyangkut keselamatan nelayan saat berhadapan dengan kondisi gelombang yang cukup besar.
“Sudah sekitar tiga hari ini tidak semua nelayan melaut karena ombak besar. Kondisi laut seperti ini membuat nelayan harus lebih berhati-hati,” ujar Japri.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi persoalan tersendiri bagi nelayan yang menggantungkan penghasilan sehari-hari dari hasil tangkapan laut. Ketika cuaca tidak memungkinkan untuk melaut, nelayan otomatis kehilangan kesempatan memperoleh pendapatan.
BACA JUGA:91 Kapal Nelayan Mukomuko Diregistrasi, Akses BBM Subsidi Diperketat Lewat Barcode
Persoalan semakin berat karena saat ini belum memasuki musim ikan. Artinya, sekalipun kondisi laut mulai memungkinkan untuk melaut, hasil tangkapan belum tentu sesuai dengan biaya dan tenaga yang dikeluarkan nelayan.
Japri menjelaskan, musim ikan sangat menentukan aktivitas dan pendapatan nelayan. Pada saat musim ikan, nelayan memiliki peluang mendapatkan hasil tangkapan lebih banyak sehingga biaya operasional melaut dapat tertutupi. Namun di luar musim tersebut, nelayan harus menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan.
“Sekarang memang belum masuk musim ikan. Jadi selain terkendala ombak, hasil tangkapan juga belum banyak,” jelasnya.
Kondisi ini membuat nelayan harus mengambil keputusan secara hati-hati. Memaksakan diri melaut ketika gelombang besar hanya untuk mengejar hasil tangkapan dapat meningkatkan risiko kecelakaan di laut. Sebaliknya, memilih tidak melaut berarti nelayan harus kehilangan pendapatan harian.
"Karena itu, keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama. Nelayan diminta tidak mengabaikan kondisi cuaca dan gelombang hanya karena ingin mendapatkan hasil tangkapan," ujannya.
BACA JUGA:91 Kapal Nelayan Mukomuko Diregistrasi, Akses BBM Subsidi Diperketat Lewat Barcode
Menurut Japri, nelayan Mukomuko sudah terbiasa menghadapi perubahan kondisi laut. Namun, ketika gelombang meningkat dan hasil ikan belum masuk musimnya, aktivitas melaut memang tidak dapat dilakukan secara maksimal.
Kondisi tersebut juga diharapkan menjadi perhatian berbagai pihak, terutama dalam memastikan informasi mengenai kondisi cuaca dan gelombang dapat diterima nelayan secara cepat. Informasi yang akurat sangat penting agar nelayan dapat menentukan apakah kondisi laut masih memungkinkan untuk melaut atau sebaliknya.
"Bagi nelayan kecil, keputusan tidak melaut bukan perkara sederhana. Tidak turun ke laut berarti tidak ada hasil yang dibawa pulang. Namun keselamatan tidak bisa dipertaruhkan hanya demi mengejar penghasilan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: