Sistem Dapodik Tak Bisa Diakses, Sertifikasi Guru & BOS Terancam Tak Cair
(Ilustrasi) Sistem Dapodik Tak Bisa Diakses, Sertifikasi Guru & BOS Terancam Tak Cair--
RADARUTARA.ID - Persoalan akses Data Pokok Pendidikan (Dapodik) mulai menjadi momok bagi sejumlah sekolah dasar (SD) di Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara.
Pasalnya, sistem yang menjadi pintu penting dalam pengelolaan data pendidikan tersebut hingga kini, belum dapat diakses oleh sejumlah sekolah.
Kondisi ini disebut telah berlangsung hampir sebulan. Ironisnya, hingga Senin, 10 Agustus 2026 operator di sejumlah sekolah masih belum dapat masuk ke sistem untuk melakukan pembaruan maupun pemutakhiran data.
Bukan sekadar persoalan teknis operator, mandeknya akses Dapodik mulai dikhawatirkan menimbulkan efek domino.
Salah satunya menyangkut proses administrasi guru yang menerima tunjangan sertifikasi.
Sejumlah kepala sekolah SD di Kecamatan Pinang Raya mengaku resah.
Sebab, apabila akses Dapodik tak kunjung normal, proses administrasi yang berkaitan dengan pencairan sertifikasi guru dikhawatirkan ikut tersendat.
“Sudah sekitar sebulan berjalan, sampai sekarang Dapodik belum ada yang bisa diinstal. Beberapa sekolah terdeteksi emailnya tidak terdaftar. Sistem Dapodik juga belum bisa dibuka, seperti tertutup,” ungkap salah seorang kepala sekolah.
Persoalan tersebut semakin membingungkan sekolah lantaran belum ada kepastian mengenai sumber kendala.
Apakah persoalan berada pada sistem pusat, proses pembaruan aplikasi, autentikasi akun sekolah, atau memang akses Dapodik belum dibuka.
“Apakah ada masalah di sistem, atau memang belum dibuka? Kami juga tidak tahu. Yang jelas operator sekolah tidak bisa membuka Dapodik,” ujarnya.
Menurutnya, dampak paling nyata mulai dirasakan guru yang berkaitan dengan sertifikasi.
Data yang seharusnya dapat diperbarui dan diverifikasi melalui sistem menjadi terkendala akibat akses yang belum tersedia.
“Imbasnya ke kawan-kawan yang sertifikasi, tidak bisa cair. Ini yang menjadi kekhawatiran kami,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: