Jelang Hari Kemerdekaan, Harga Pangan Naik Akibat Pasokan Tersendat

Jelang Hari Kemerdekaan, Harga Pangan Naik Akibat Pasokan Tersendat

Kepala Disperindag Mukomuko, Safriadi, SH-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia tahun 2026, sejumlah harga kebutuhan pokok di Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan. Komoditas yang terdampak meliputi ayam potong, bawang, cabai, hingga beberapa bahan pangan lain yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir dan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena bertepatan dengan momentum hari besar nasional yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan konsumsi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, menjelaskan bahwa lonjakan harga dipicu oleh berkurangnya pasokan bahan pangan dari luar daerah. Ketergantungan terhadap distribusi dari wilayah lain menjadi faktor utama yang mempengaruhi stabilitas harga di pasar lokal.

Menurutnya, ketika suplai dari daerah pemasok mengalami gangguan, baik karena distribusi, cuaca, maupun kendala produksi, maka dampaknya langsung terasa di Mukomuko. Ketersediaan barang di tingkat pedagang menjadi terbatas, sementara permintaan tetap tinggi.

“Pasokan dari luar daerah berkurang, itu yang membuat harga naik. Beberapa komoditas yang biasanya didatangkan dari luar saat ini tidak masuk dalam jumlah normal,” ujar Safriadi.

Kondisi ini diperparah dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang perayaan HUT RI. Aktivitas konsumsi yang meningkat tidak sebanding dengan ketersediaan barang di pasaran, sehingga harga mengalami tekanan.

Pedagang di sejumlah pasar tradisional, kat Safriadi, juga mengakui adanya kenaikan harga dari distributor. Mereka terpaksa menyesuaikan harga jual untuk menghindari kerugian. Di sisi lain, daya beli masyarakat tidak mengalami peningkatan signifikan, sehingga transaksi cenderung melambat.

"Saat ini kami terus memantau perkembangan harga di lapangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menjaga stabilitas pasokan. Upaya pengendalian dilakukan dengan mendorong kelancaran distribusi serta memastikan tidak terjadi penimbunan barang oleh pihak tertentu," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang intervensi pasar apabila kondisi terus memburuk. Langkah ini dipertimbangkan untuk menekan lonjakan harga agar tidak semakin membebani masyarakat. Sebab kenaikan harga menjelang hari besar nasional bukan hal baru, namun ketergantungan pada pasokan luar daerah membuat kondisi di Mukomuko lebih rentan terhadap gangguan distribusi.

"Itu sebabnya, tanpa langkah serius dalam memperkuat ketersediaan pangan lokal, fluktuasi harga diperkirakan akan terus berulang setiap memasuki momen serupa," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: