TPA Semrawut, Bau Menyengat, DLH Diminta Tak Tutup Mata

TPA Semrawut, Bau Menyengat, DLH Diminta Tak Tutup Mata

TPA Semrawut, Bau Menyengat, DLH Diminta Tak Tutup Mata-Radar Utara/ Sigit Haryanto-

RADARUTARA.ID - Tumpukan sampah di lokasi tempat pembuangan sampah (TPS) sementara di wilayah Desa Pasar Ketahun, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara, mulai menimbulkan keresahan. 

Sampah yang didominasi buangan dari kawasan Pasar KTM Lagita itu menumpuk hingga ke pinggir Jalan Lintas Barat Sumatera.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu estetika lingkungan, tetapi juga memunculkan bau busuk menyengat yang dirasakan pengguna jalan. 

Sejumlah pengendara yang melintas di kawasan tersebut mengeluhkan kondisi sampah yang dinilai semakin semrawut dan terlalu dekat dengan badan jalan.

Persoalan pengelolaan sampah di kawasan Pasar KTM Lagita ini pun mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa Pasar Ketahun. 

BACA JUGA:TPS Ketahun Ancam Ekosistem Laut, Desak DLH Bangun TPA Permanen

Pemerintah desa meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bengkulu Utara selaku dinas teknis yang menaungi pengelolaan sampah untuk segera mengambil langkah konkret.

Kepala Desa Pasar Ketahun, Septa Irawan, S.IP, mengatakan, keberadaan tumpukan sampah yang semakin mendekati badan jalan lintas menjadi persoalan yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. 

Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kenyamanan masyarakat maupun pengendara yang melintas.

“Kami meminta dinas terkait segera mengambil sikap. Jangan sampai kondisi seperti ini terus dibiarkan. 

Tumpukan sampah sudah terlalu dekat dengan badan jalan dan bau yang ditimbulkan sangat mengganggu pengguna jalan,” tegas Septa.

Menurutnya, persoalan tersebut semestinya menjadi perhatian serius karena lokasi yang selama ini digunakan sebagai tempat pembuangan sementara merupakan lahan milik desa. 

BACA JUGA:TPS Ketahun Ancam Ekosistem Laut, Desak DLH Bangun TPA Permanen

Namun, dalam praktiknya, pengelolaan dan penanganan sampah yang masuk ke lokasi tersebut dinilai belum berjalan secara optimal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: