Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja, SPPG Marga Sakti Sebelat Latih 50 Relawan

Mitigasi Risiko Kecelakaan Kerja, SPPG Marga Sakti Sebelat Latih 50 Relawan

Pelatihan penanggulangan bencana SPPG Marga Sakti Sebelat-Radar Utara/ Sigit Haryanto-

Antisipasi Hadapi Kegawatdaruratan

RADARUTARA.ID - Menyadari tingginya potensi risiko kecelakaan kerja di lingkungan dapur, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marga Sakti Sebelat, Bengkulu Utara, mengambil langkah mitigasi.

Dengan membekali para relawannya melalui pelatihan penanganan kegawatdaruratan dan penanggulangan bencana.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 8 Agustus 2026 tersebut,nmelibatkan sedikitnya 50 relawan yang berada di lingkungan dapur mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Kecamatan Marga Sakti Sebelat.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber berkompeten dari Palang Merah Indonesia (PMI) Bengkulu Utara, PMI Kota Bengkulu serta Satuan Dinas Pemadam Kebakaran Bengkulu Utara.

Kepala SPPG Marga Sakti Sebelat, Rahtan Agil Fahrozi, S.Pd, menerangkan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif murni dari SPPG Marga Sakti Sebelat.

Sebagai bentuk keseriusan dalam meningkatkan mitigasi serta kewaspadaan terhadap berbagai potensi kecelakaan maupun bencana yang dapat terjadi di lingkungan dapur mitra MBG.

Menurutnya, aspek keselamatan kerja menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. 

Sebab, aktivitas di dalam dapur memiliki berbagai potensi risiko, mulai dari penggunaan peralatan memasak, api, gas, peralatan listrik hingga kondisi darurat lainnya yang sewaktu-waktu dapat membahayakan pekerja maupun relawan.

“Langkah mitigasi ini penting dilakukan karena lingkungan dapur memiliki cukup banyak potensi risiko kecelakaan kerja. 

Karena itu, para relawan perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengambil tindakan yang tepat ketika terjadi kondisi darurat,” terang Rahtan.

Melalui pelatihan tersebut, para relawan tidak hanya diberikan pemahaman secara teori, tetapi juga dibekali keterampilan praktis dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan di tempat kerja.

Materi yang diberikan di antaranya tata cara pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sesuai standar operasional prosedur (SOP), teknik pemberian pertolongan pertama kepada korban kecelakaan.

Serta langkah penanganan awal terhadap berbagai kondisi membahayakan yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan peralatan dapur.

Rahtan berharap, pelatihan tersebut mampu meningkatkan kesiapsiagaan seluruh relawan sehingga setiap potensi kecelakaan dapat diminimalisir dan ditangani secara cepat serta tepat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: