Sawah Baru Disebut Mulai Dimanfaatkan Petani Enggano

Sawah Baru Disebut Mulai Dimanfaatkan Petani Enggano

Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, RA Denni, SH, MM.-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Areal persawahan yang merupakan hasil cetak sawah baru di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, disebut mulai dimanfaatkan para petani.

Ii disampaikan Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Bengkulu, RA. Denni, SH, MM. Menurut Denni, terdapat sekitar 420 hektar areal persawahan yang merupakan hasil cetak sawah baru di Enggano.

"Bahkan sekitar 20 persen dari total luas cetak sawah baru di salah satu pulau terdepan di Indonesia tersebut, sudah ditanami hingga memasuki masa panen," ungkap Denni.

Tentu, lanjut Denni, ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Program cetak sawah tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah, khususnya dalam mengembangkan sektor pertanian di Pulau Enggano.

BACA JUGA:Diperbaiki Swadaya, Jebol Lagi: 56 Hektare Sawah di Talang Arah Terancam

"Dimana Enggano ini memiliki potensi cukup besar untuk mendukung produksi pangan," kata Denni.

Menurut Denni, areal persawahan yang telah dicetak secara bertahap tersebut, telah dimanfaatkan petani untuk pertanian padi. Sehingga sudah ada areal yang tanaman padinya bakal memasuki masa panen.

"Tidak hanya cetak sawah baru, alat dan mesin pertanian bantuan pemerintah pusat, juga telah berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan segera dikirim ke Pulau Enggano," ujar Denni.

Denni menambahkan, dukungan infrastruktur dan alat mesin pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah yang telah dicetak tersebut.

BACA JUGA:Irigasi Jadi Kunci Optimalkan Program Cetak Sawah

"Mengingat pengembangan pertanian di Pulau Enggano menjadi salah satu upaya pemerintah mengoptimalkan potensi wilayah terluar, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," tambah Denni.

Lebih lanjut Denni mengemukakan, pihaknya berharap seluruh lahan sawah yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga mampu meningkatkan produksi padi dan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Kita pada prinsipnya mendorong agar petani memanfaatkan areal persawahan tersebut," demikian Denni. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: