Harga TBS Petani Tertekan, Selisih dengan Pabrik Capai Rp300 per Kilogram

Harga TBS Petani Tertekan, Selisih dengan Pabrik Capai Rp300 per Kilogram

Harga sawit di tingkat petani masih murah meski harga pembelian di pabrik cukup tinggi-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani di Kabupaten Mukomuko masih bertahan rendah. Petani hanya menerima kisaran Rp2.600 hingga Rp2.750 per kilogram. Angka ini terpaut cukup jauh dari harga pembelian di tingkat pabrik pengolahan crude palm oil (CPO) yang sudah menyentuh kisaran Rp2.840 hingga Rp2.960 per kilogram.

Selisih harga yang mencapai sekitar Rp150 hingga Rp300 per kilogram tersebut memunculkan pertanyaan di kalangan petani. Kondisi ini terjadi di saat harga beli pabrik relatif stabil dan tidak mengalami penurunan.

Informasi yang beredar di lapangan menyebutkan, rendahnya harga di tingkat petani dipicu oleh penumpukan buah serta antrean panjang di sejumlah pabrik. Situasi ini dimanfaatkan oleh tengkulak untuk menekan harga beli dari petani. Dalam kondisi buah harus segera dijual agar tidak busuk, petani tidak memiliki posisi tawar yang kuat.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP, membenarkan bahwa harga pembelian di tingkat perusahaan saat ini berada pada kisaran yang lebih tinggi dibanding harga yang diterima petani. Data yang diterimanya menunjukkan harga di sejumlah perusahaan masih stabil.

Rincian harga pembelian TBS di tingkat pabrik yaitu,

PT SAPTA: Rp2.880/kg (tetap)

PT USM: Rp2.960/kg (tetap)

PT KSM: Rp2.860/kg (tetap)

PT SAP: Rp2.920/kg (tetap)

PT SSS: tidak beroperasi

PT MMIL: Rp2.900/kg (tetap)

PT KAS: Rp2.840/kg (tetap)

PT MPRA: Rp2.930/kg (tetap)

PT DDP: Rp2.930/kg (tetap)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: