Kajian NKT Diserahkan, Arah Pengelolaan Lingkungan Mukomuko Diperjelas
Kepala Bapperinda Mukomuko saat menerima dokumen NKT-Radar Utara / Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan lingkungan berbasis lanskap mulai menunjukkan arah yang lebih jelas.
Pihak SIPEF melalui anak perusahaannya, PT Tolan Tiga Indonesia, turun langsung dalam tahapan lanjutan Program Lanskap Mukomuko dengan mengikuti Lokakarya Pendekatan Nilai Konservasi Tinggi (NKT) yang digelar di Kabupaten Mukomuko.
Lokakarya tersebut menjadi ruang untuk mengunci hasil skrining NKT, memaparkan temuan secara terbuka dalam sesi pleno, sekaligus mendorong pembentukan forum multipihak sebagai wadah resmi kolaborasi lintas sektor di daerah.
Program Lanskap Mukomuko sendiri dipimpin Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Pelaksanaannya melibatkan sejumlah OPD, serta mendapat dukungan dari Arconesia, High Conservation Value Network (HCVN), dan SIPEF.
Dalam forum tersebut, koalisi SIPEF, Arconesia, dan HCVN menyerahkan langsung hasil kajian NKT kepada pemerintah daerah yang diwakili Kepala Bapperida Mukomuko.
Dokumen itu akan menjadi bahan lanjutan untuk disampaikan kepada Bupati sebagai dasar pengambilan kebijakan ke depan.
Lokakarya ini mempertemukan berbagai pihak yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.
Perwakilan pemerintah, akademisi, pakar teknis, organisasi masyarakat sipil, masyarakat lokal, hingga pelaku usaha duduk dalam satu forum yang sama.
Tujuannya jelas, menyamakan arah dan membangun kesepahaman terkait prioritas pengelolaan lanskap di Mukomuko.
Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, MH menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang bagi semua pihak yang ingin berkontribusi dalam pembangunan berkelanjutan.
"Kami mengingatkan, setiap upaya yang dilakukan harus tetap memberi manfaat nyata bagi masyarakat tanpa mengorbankan lingkungan," tegasnya.
Di sisi lain, Director of Sustainability SIPEF, Matthew Nowak, menilai pembentukan forum multipihak menjadi langkah penting yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, tanpa wadah resmi, kolaborasi hanya akan berhenti di tingkat wacana.
Forum tersebut diharapkan menjadi tempat untuk membahas persoalan bersama, menyelaraskan prioritas, hingga merumuskan aksi strategis yang bisa dijalankan bersama.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: