MBG Jalan, Harga Pangan di Mukomuko Ikut Naik
Kabid Perdangangan Disperindag Mukomuko, Hutri Wahyudi, SE-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berjalan kembali seiring masuknya siswa ke sekolah setelah libur panjang. Namun, dampak langsung sudah terasa di pasar. Sejumlah harga bahan pokok di Kabupaten Mukomuko mengalami kenaikan dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan hingga pertengahan Juli 2026.
Hasil pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindag) Mukomuko di Pasar Koto Jaya menunjukkan kenaikan terjadi pada beberapa komoditas utama. Harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp45 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai, dari Rp35–40 ribu per kilogram menjadi Rp45 ribu per kilogram. Beberapa komoditas lain turut mengalami penyesuaian harga.
Kondisi ini masih bertahan hingga Selasa, 14 Juli 2026. Harga belum kembali normal meskipun aktivitas pasar sudah berjalan seperti biasa. Kenaikan dinilai dipicu oleh lonjakan kebutuhan bahan pangan dalam waktu bersamaan.
Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Mukomuko, Hutri Wahyudi, SE, menyebut peningkatan harga tidak terlepas dari tingginya permintaan. Selain kebutuhan masyarakat yang kembali normal pascalibur panjang, tambahan permintaan datang dari penyediaan bahan untuk mendukung program MBG.
“Permintaan meningkat cukup tajam. Selain konsumsi rumah tangga, kebutuhan untuk mendukung program MBG juga ikut mendorong penyerapan bahan pangan di pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi ini masih dalam tahap pemantauan. Pihaknya terus melakukan pengecekan langsung ke pasar guna memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar atau permainan distribusi.
Pihaknya juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga di luar kewajaran. Stabilitas pasokan menjadi kunci agar harga bisa kembali terkendali dalam waktu dekat.
"Jika permintaan tetap tinggi tanpa diimbangi pasokan yang cukup, potensi kenaikan harga masih terbuka. Karena itu, pengawasan distribusi dan ketersediaan barang akan terus diperketat dalam beberapa waktu ke depan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: