Pendidikan Inklusif, Dewi Coryati: Jawaban Agar Sistem Sekolah Adaptif dan Berkeadilan

Pendidikan Inklusif, Dewi Coryati: Jawaban Agar Sistem Sekolah Adaptif dan Berkeadilan

Workshop pendidikan yang digelar Komisi X DPR berkolaborasi dengan Kemendikdasmen RI-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pendidikan inklusif dinilai sebagai jawaban agar sistem sekolah adaptif terhadap perbedaan, yang dapat menghilangkan diskriminasi dan memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan hak belajarnya.

Ini terungkap dalam workshop pendidikan dengan tema Pengembangan Pendidikan Inklusif Mewujudkan Layanan Pendidikan yang Bermutu dan Berkeadilan untuk Semua, Senin 6 Juli 2026.

Anggota Komisi X DPR Republik Indonesia (RI), Dr. Hj. Dewi Coryati mengatakan, dalam mewujudkan pendidikan dibutuhkan komitmen bersama, agar dapat meningkatkan kapasitas pendidik di daerah khususnya di Provinsi Bengkulu.

"Komitmen itu tentunya menjadi kunci penting," ujar Dewi disela-sela workshop yang merupakan kolaborasi Komisi X DPR dan Kementerian Dikdasmen RI.

BACA JUGA:Dinas Pendidikan Ubah Jadwal SPMB SMK, Pendaftaran Diperpanjang Sampai Akhir Juni

Menurut Dewi, seiring dengan perkembangan zaman saat ini, pendidikan inklusif merupakan tuntutan nyata untuk mampu merangkul setiap anak tanpa terkecuali. 

"Karena setiap anak lahir dengan keunikan, potensi, dan kebutuhan yang berbeda. Atas fakta itulah, pendidikan inklusif hadir sebagai jawaban agar sistem sekolah adaptif terhadap perbedaan yang dimaksud," ungkap Dewi.

Sehingga, lanjut Dewi, dapat menghilangkan diskriminasi, dan memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam mendapatkan haknya untuk belajar.

"Kita berharap melalui workshop ini, dapat membekali para guru dan tenaga kependidikan di Provinsi Bengkulu, dapat memahami secara komprehensif menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif," harap Dewi.

BACA JUGA:Dispendik Perkuat Kapasitas Guru, Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Dewi menjelaskan, workshop ini juga ditargetkan menjadi langkah strategis, guna menciptakan lingkungan belajar yang ramah dan aman. 

"Disamping itu juga, memperkaya strategi pengajaran, meningkatkan kompetensi pedagogik, dan memberikan perspektif baru jika keberagaman peserta didik merupakan sebuah kekayaan," jelas Dewi.

Dewi menambahkan, melalui ruang belajar ini, ke depan para guru dan tenaga pendidik dapat mengimplementasikannya secara nyata di sekolah masing-masing.

"Dengan begitu nantinya para guru dan tenaga pendidik dapat menjadi pelopor perubahan yang mampu mewujudkan layanan pendidikan bermutu, adil dan setara bagi seluruh anak bangsa," tambah Dewi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: