319 KK di Kawasan Transmigrasi Bengkulu Utara Diusulkan Sambungan Listrik Gratis
Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara, Sutrino, M.Pd-Radar Utara / Sigit Haryanto-
RADARUTARA.ID - Sebanyak 319 kepala keluarga (KK) di kawasan transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara diusulkan sebagai calon penerima bantuan pasang baru jaringan listrik.
Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan terkait dukungan percepatan program elektrifikasi di kawasan transmigrasi.
Pendataan dan pengusulan dilakukan oleh Dinas Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara setelah melaksanakan inventarisasi terhadap masyarakat yang hingga kini belum menikmati layanan listrik PLN.
Hasil pendataan menunjukkan, terdapat 319 KK yang tersebar di sejumlah kawasan transmigrasi di Bengkulu Utara dan dinilai layak untuk diusulkan sebagai penerima bantuan pemasangan baru jaringan listrik.
BACA JUGA:Percepat Listrik Masuk Desa, 30 Lokasi Jadi Sasaran
Kepala Dinas Transmigrasi Kabupaten Bengkulu Utara, Sutrino, M.Pd, membenarkan adanya usulan tersebut.
Menurutnya, program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan pemerataan akses kelistrikan di kawasan transmigrasi yang selama ini masih mengalami keterbatasan infrastruktur dasar.
“Data masyarakat yang telah diinventarisasi sudah kami sampaikan kepada kementerian terkait sebagai usulan calon penerima bantuan pasang baru jaringan listrik.
Harapannya, usulan ini dapat segera ditindaklanjuti sehingga masyarakat di kawasan transmigrasi bisa menikmati akses listrik yang layak,” ujarnya.
Sutrino menjelaskan, program serupa yang diusulkan pada tahun 2025 telah berhasil direalisasikan.
BACA JUGA:PLN Padamkan Listrik, Layanan JTTS Dipastikan Tetap Normal
Keberhasilan tersebut menjadi dasar optimisme pemerintah daerah bahwa usulan untuk tahun 2026 juga dapat memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.
Meski demikian, ia mengakui proses realisasi masih berada pada tahap pembahasan di tingkat kementerian.
Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat mulai direalisasikan pada akhir tahun 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: