6 Wanita Hebat yang Dicatat Sejarah Pernah Menjadi Penguasa Nusantara
6 Wanita Hebat Yang Pernah Menjadi Penguasa Nusantara--
RADARUTARA.ID- Pada saat zaman kerajaan Nusantara ini berlangsung, banyak raja-raja hebat yang berhasil menjadi pemimpin bijaksana, adil dan kuat. Karena keberhasilannya itu, namanya pun dikenang hingga saat ini.
Namun, tahukah kamu ternyata pemimpin-pemimpin hebat pada zaman kerajaan Nusantara itu tidak hanya dimiliki oleh para kaum lelaki saja, akan tetapi juga pada kalangan wanita.
Berikut ini para wanita hebat yang pernah menguasai Nusantara.
1. Gayatri Rajapatni
Gayatri adalah putri bungsu dari Kertanegara Raja Singasari. Ia adalah salah satu istri Raden Wijaya yang merupakan raja pertama Majapahit, pada masa 1293 hingga 1309.
Setelah serbuan Kerajaan Kediri terhadap Kerajaan Singasari dan mengakibatkan orang tuanya meninggal. Gayatri bersama suaminya berambisi untuk membangun pemerintahan baru, dari sisa-sisa kerajaan Singasari yang sempat luluh lantak oleh serangan jayakatwang.
Putri yang digambarkan sebagai sosok Prajna Paramita atau dia itu kebijaksanaan tertinggi ini berhasil melahirkan pemimpin.
Bukan saja yang lahir dari rahimnya tapi juga dari kebijaksanaan dan akal budi yang terasa.
Gayatri adalah sosok di belakang nama besar Raden Wijaya suaminya gajah Mada mahapatihnya Ratu Tribuana Putri sulungnya dan cucunya raja Hayam Wuruk.
Meskipun tidak secara langsung menjadi raja, akan tetapi ia berhasil mendidik anak cucunya untuk memimpin Majapahit, hingga menjadi kerajaan yang besar.
2. Tribuana Wijaya Tunggadewi
Tribuana Wijaya Tunggadewi merupakan anak dari Gayatri Rajapatni dan Raden Wijaya.
Ia mendapatkan mandat dari ibunya untuk memimpin Majapahit, tugasnya adalah memperbaiki kerajaan setelah kekacauan yang disebabkan oleh Jayanegara. Bahkan Tribuana juga mampu memimpin pasukan Majapahit ketika berperang.
Konon di saat Tribuana Wijaya Tunggadewi mendengar adanya perselisihan antara Gajah Mada dengan Ra Kembar. Maka disaat itulah Tribuana memutuskan untuk memimpin sendiri pasukan perang Majapahit, ketika wilayah Sadeng dan Getah memberontak, karena ingin memisahkan diri dari kekuasaan Majapahit pada tahun 1331.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: