Pastikan Data KPM Valid, Dinsos Bengkulu Matangkan Verifikasi Tahap II
Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Swifanedi -Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Tahap II, terus dimatangkan Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu.
Salah satu persiapan yang dilakukan sebelum penyaluran dilakukan, Dinsos terlebih dahulu melakukan verifikasi yang bertujuan untuk memastikan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) benar-benar valid.
Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Swifanedi mengatakan, proses verifikasi data dilakukan secara menyeluruh, termasuk pada masyarakat yang telah menerima bantuan pada tahap pertama.
"Ini kita lakukan agar bantuan hanya diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan. Untuk penyaluran tahap kedua, kita masih melakukan persiapan yang diantaranya verifikasi data penerima," ungkap Swifanedi.
BACA JUGA:Pemdes Marga Sakti Salurkan BLT Dana Desa Periode Mei-Juni kepada 18 KPM Secara Door to Door
Menurut Swifanedi, dalam verifikasi ini, petugas yang dikerahkan ke lapangan, mencocokkan data administrasi dengan kondisi penerima di lapangan.
"Apabila ditemukan penerima sudah pindah alamat, tidak dapat ditemukan, atau identitasnya tidak sesuai dengan data yang tercatat, maka bantuan tidak disalurkan," kata Swifanedi.
Swifanedi menjelaskan, penyaluran BLT Kesra tahap II tetap dilakukan melalui PT. Pos Indonesia, ataupun bank yang telah ditunjuk pemerintah.
"Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap distribusi bantuan dapat berlangsung tertib dan mudah diakses masyarakat penerima. Sementara ini kita belum menerima angka final para penerima," ujar Swifanedi.
BACA JUGA:Camat Tekankan Sinergi Desa dan Dinsos untuk Kawal Validasi Data KPM Bansos
Dilanjutkan Swifanedi, walaupun data penerima belum final, tapi dari hasil verifikasi sementara menunjukkan jumlah penerima yang berpotensi dicoret dari daftar bantuan mencapai ribuan orang.
"Tapi untuk kepastiannya, kita masih menunggu laporan resmi dari seluruh petugas," papar Swifanedi.
Lebih lanjut Swifanedi mengemukakan, verifikasi yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, untuk meningkatkan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial.
"Sehingga BLT Kesra tahap II benar-benar diterima masyarakat yang berhak, dan tidak terjadi penyaluran kepada penerima yang datanya sudah tidak valid," demikian Swifanedi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: