Lewat Karya Seni, Seiring Art Space Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya
Pameran yang digelar Komunitas Seni Seiring Art Space-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Masyarakat di Provinsi Bengkulu diajak untuk bersama-sama memberikan peran dalam melestarian seni budaya daerah, salah satunya melalui karya.
Ini disampaikan Perwakilan Komunitas Seni Seiring Art Space, Edi Susilo yang menggelar pameran seni di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Bengkulu, dengan tema Nalar Murni, Sabtu 27 Juni 2026.
Menurut Edi, pameran yang digelar pihaknya ini, tentu bukan sebatas mengajak masyarakat untuk sama-sama berperan dalam menjaga kelestarian seni budaya daerah saja, tetapi juga bisa memahami seni secara mendalam.
"Karena setiap karya lukisan atau objek seni yang kita pamerkan di sini, memiliki makna, pesan dan cerita yang ingin disampaikan para seniman," ungkap Edi.
Maka dari itu, lanjut Edi, apresiasi dan dukungan dari masyarakat, juga menjadi penting untuk memberikan semangat kepada para seniman agar terus berkarya.
"Pameran seni yang kami gelar ini, juga sebagai wadah pengembangan seni bagi para seniman lokal. Pameran ini sudah berlangsung sejak 24 Juni 2026, dan berakhir Minggu 28 Juni 2026," kata Edi.
Edi menjelaskan, dalam pameran ini terdapat sekitar 56 karya seni berupa lukisan, yang merupakan hasil kreativitas 20 seniman di Provinsi Bengkulu ini.
"Karya-karya yang ditampilkan tentunya menawarkan berbagai perspektif, teknik dan ekspresi artistik. Kesemuanya mencerminkan dinamika perkembangan seni rupa di Bengkulu," jelas Edi.
Edi menambahkan, pameran ini juga menjadi ruang bagi para seniman, untuk memperkenalkan karyakepada publik. Sekaligus membuka peluang interaksi antara pelaku seni, kolektor dan masyarakat umum.
"Maka dari itu, pameran ini kita nilai cukup efektif dalam mendekatkan seni kepada masyarakat dari berbagai kalangan," tambah Edi.
Disisi lain, Edi mengemukakan, pameran ini merupakan salah satu agenda rutin tahunan, untuk menampilkan karya-karya para pelaku seni.
“Dengan tema Nalar Murni, kita juga bermaksud untuk menberikan ruang bagi anak-anak agar berfikir secara bebas tanpa ada gangguan dari pihak lain. Sehingga mereka bisa berkarya secara alami dari apa yang mereka pikirkan," tegas Edi.
Lebih lanjut Edi menyampaikan, karya yang ditampilkan juga dapat dimiliki para kolektor maupun pecinta seni. Harga karya yang ditawarkan cukup bervariatif, mulai dari Rp150 ribuan hingga jutaan rupiah.
"Dalam kesempatan ini kita berharap masyarakat dapat terus memberikan dukungan terhadap senimal lokal, dengan mengapresiasi hasil karyanya," demikian Edi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: