7 Surat dalam Alquran yang Bisa Dibaca untuk Orang yang Meninggal Dunia

7 Surat dalam Alquran yang Bisa Dibaca untuk Orang yang Meninggal Dunia

7 Surat Dalam Alquran Yang Bisa Dibaca Untuk Orang Yang Meninggal Dunia.--

RADARUTARA.ID - Bagi seseorang yang telah meninggal dunia baginya telah terputus setiap akses amal dan pahala.

Kecuali doa dari anak yang sholeh, amal jariyah, serta ilmu yang bermanfaat.

Dalam mentahlilkan seseorang yang telah meninggal, ada surah Yasin, Al Fatihah hingga al-ahzab merupakan salah satu dari banyaknya surat yang bisa dibacakan.

Memulainya dengan membaca pengantar al-fatihah atau tawasul berikut ini:

إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ

Setelah itu kamu bisa membaca surah-surah berikut ini:

1. Al-Fatihah

2. Al-Ikhlas

3. Al-Falaq

4. An-Nas

5. Al-Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)

*اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُ* اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ * لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْ * لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْ* مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُ* وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِ* اِلَّا بِمَا شَ* وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْ* وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَ* وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).

Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

6. Hud Ayat 7

وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ وَّكَانَ عَرْشُهٗ عَلَى الْمَ*ءِ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا ۗوَ*ىِٕنْ قُلْتَ اِنَّكُمْ مَّبْعُوْثُوْنَ مِ* بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُوْلَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِنْ هٰذَٓا اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ

Wa huwal-lażī khalaqas-samāwāti wal-arḍa fī sittati ayyāmiw wa kāna 'arsyuhū 'alal-mā'i liyabluwakum ayyukum aḥsanu 'amalā(n), wa la'in qulta innakum mab'ūṡūna mim ba'dil-mauti layaqūlannal-lażīna kafarū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: