BPBD Pastikan Tidak Ada Perbaikan Jalur Evakuasi Tsunami
Kepala Pelaksana BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Ancaman bencana alam, khususnya tsunami, masih menjadi bayang-bayang serius bagi masyarakat pesisir barat Kabupaten Mukomuko. Ironisnya, di tengah potensi risiko yang tinggi tersebut, kondisi jalur evakuasi di sejumlah titik justru memprihatinkan dan belum mendapat perhatian optimal dari sisi perbaikan infrastruktur.
Beberapa ruas jalan yang difungsikan sebagai jalur evakuasi dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah. Akses yang seharusnya menjadi penyelamat saat kondisi darurat, kini justru berpotensi menjadi hambatan bagi warga untuk menyelamatkan diri. Salah satu titik yang disorot berada di kawasan Umbul 25 menuju ke Desa Rawa Bangun SP10 Kecamatan XIV Koto, yang selama ini menjadi jalur penting bagi masyarakat sekitar saat terjadi potensi bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, ST, MT, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut memang menjadi perhatian serius pihaknya. Namun, hingga tahun ini, perbaikan jalur evakuasi belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran daerah.
“Memang benar, kondisi beberapa jalur evakuasi tsunami di wilayah pesisir barat cukup memprihatinkan. Bahkan untuk tahun ini, belum ada alokasi anggaran untuk perbaikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jalur evakuasi memiliki peran vital dalam meminimalisir risiko korban jiwa saat terjadi bencana. Ketika akses tidak memadai, waktu tempuh evakuasi menjadi lebih lama dan berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kita tidak bisa membayangkan jika tsunami benar-benar terjadi, sementara kondisi jalur evakuasi rusak. Ini tentu sangat berbahaya, karena masyarakat akan kesulitan menyelamatkan diri dengan cepat,” tegasnya.
Selain di Umbul 25, beberapa titik lain di sepanjang pesisir barat Mukomuko juga dilaporkan mengalami kondisi serupa. Kerusakan jalan bervariasi, mulai dari badan jalan yang berlubang, sempit, hingga tertutup semak belukar akibat minimnya perawatan.
BPBD Mukomuko sendiri mengaku terus berupaya mengusulkan perbaikan melalui berbagai jalur, baik ke pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Namun, keterbatasan fiskal daerah menjadi kendala utama dalam merealisasikan perbaikan tersebut dalam waktu dekat.
Ruri menambahkan, selain perbaikan fisik jalur evakuasi, pihaknya juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana. Hal ini penting agar masyarakat tetap memiliki pemahaman tentang langkah-langkah penyelamatan diri, meskipun fasilitas belum sepenuhnya memadai.
“Kami berharap ada perhatian lebih dari semua pihak, karena ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jalur evakuasi bukan sekadar jalan biasa, tetapi jalur penyelamat saat kondisi darurat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: